KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA
SIARAN PERS
HM.02.04/217/SET.M.EKON.3/06/2026
Bertemu dengan Deputi Perdana Menteri Belarus, Menko Airlangga Bahas Kerja Sama Ekonomi Strategis melalui Investasi, Ketahanan Pangan, Industri, dan Pengembangan SDM
Jakarta, 30 Juni 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri Republik Belarus Viktor Karankevich, di Jakarta, Selasa (30/6). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat tindak lanjut hasil Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus serta mempersiapkan implementasi berbagai kesepakatan strategis kedua negara.
Pertemuan tersebut dilaksanakan di sela-sela penyelenggaraan Indonesia–Belarus Business Forum and Business Matching yang mempertemukan pelaku usaha kedua negara. Menko Airlangga menyampaikan bahwa hubungan ekonomi Indonesia–Belarus terus berkembang, dengan berbagai potensi kerja sama yang perlu segera diterjemahkan menjadi proyek nyata, khususnya melalui penguatan investasi bersama (joint investment), pengembangan industri, serta peningkatan perdagangan bilateral.
“Indonesia melihat pentingnya untuk mendorong kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara, termasuk melalui investasi bersama dan pengembangan proyek strategis yang dapat menjadi low hanging fruits dalam hubungan ekonomi Indonesia–Belarus,” ujar Menko Airlangga.
Salah satu isu strategis yang dibahas adalah tindak lanjut Roadmap for the Development of Key Areas of Cooperation between Belarus and Indonesia for 2026–2030, yang telah disepakati sebagai salah satu deliverables utama dalam rangkaian kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia. Roadmap tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman kerja sama lintas sektor bagi kementerian/lembaga kedua negara dalam mendorong berbagai program prioritas.
DPM Karankevich menyampaikan apresiasi atas hasil SKB ke-8 RI–Belarus serta penyelenggaraan forum bisnis yang menghasilkan berbagai kesepakatan antara pelaku usaha kedua negara. “Kerja sama antara dunia usaha kedua negara menunjukkan potensi yang besar. Kesepakatan yang telah dicapai hari ini menjadi langkah baru untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus,” ujar DPM Karankevich.
Di bidang perdagangan, kedua pihak membahas percepatan implementasi Indonesia–EAEU Free Trade Agreement (FTA) sebagai peluang untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan hubungan ekonomi Indonesia dengan kawasan Eurasian Economic Union (EAEU), termasuk Belarus. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyampaikan bahwa total perdagangan Indonesia dengan EAEU saat ini mencapai sekitar USD5,3 miliar, sementara perdagangan bilateral Indonesia–Belarus masih sekitar USD 221 juta, sehingga terdapat ruang yang besar untuk peningkatan kerja sama perdagangan.
Di sektor industri, Indonesia mendorong kerja sama yang tidak hanya berfokus pada perdagangan produk, tetapi juga pengembangan investasi, fasilitas produksi dan perakitan lokal, serta transfer teknologi. Perusahaan Belarus seperti MAZ, BelAZ, dan Minsk Tractor Works (MTZ) memiliki peluang untuk memperluas kerja sama di sektor kendaraan industri berat, mesin pertanian, dan manufaktur.
Di sektor ketahanan pangan dan pertanian, Menko Airlangga menekankan pentingnya kerja sama dengan Belarus untuk mendukung kebutuhan pangan nasional, termasuk melalui peningkatan pasokan produk susu yang sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain pangan, kedua negara juga membahas penguatan kerja sama pertanian dan teknologi pertanian modern, termasuk potensi kerja sama mesin pertanian, transfer teknologi, serta pengembangan fasilitas perakitan lokal. Belarus menyampaikan kesiapan untuk berbagi pengalaman dan teknologi dalam bidang mekanisasi pertanian, termasuk pengembangan alat panen dan transportasi pertanian. Di bidang kesehatan, kedua pihak melihat peluang pengembangan kerja sama, termasuk melalui pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penjajakan kerja sama industri farmasi.
Sementara itu, di bidang pendidikan dan pengembangan SDM, Menko Airlangga menyampaikan bahwa penguatan kerja sama pendidikan menjadi salah satu prioritas Presiden RI dan mendorong program pertukaran mahasiswa dan kerja sama perguruan tinggi, khususnya di bidang Science, Technology, Engineering, Mathematics, and Medicine (STEMM). Kedua pihak sepakat untuk menjajaki program mobilitas mahasiswa antara Indonesia dan Belarus dengan program satu tahun, dengan tahap awal sekitar 100-200 mahasiswa per tahun untuk pendidikan, pelatihan, dan riset bersama.
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen Indonesia dan Belarus untuk mempercepat implementasi berbagai kesepakatan serta mengembangkan kerja sama di sektor-sektor strategis yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha kedua negara.
Turut hadir mendampingi Menko Airlangga dalam pertemuan tersebut, antara lain Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Diplomasi Ekonomi Zelda Kartika Wulan, serta perwakilan dari Kementerian Pertanian dan Bank Indonesia. (sks/aay/d2/dlt/tam)
***
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Haryo Limanseto
Website: www.ekon.go.id
Twitter, Instagram, Facebook, Threads, TikTok, & YouTube: @PerekonomianRI
Email: humas@ekon.go.id
LinkedIn: Coordinating Ministry for Economic Affairs of the Republic of Indonesia