Pemahaman terhadap proses perumusan kebijakan publik, dinamika perekonomian, serta perkembangan sektor logistik menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika global yang semakin kompleks. Di tengah perubahan lanskap ekonomi dunia yang dipengaruhi perkembangan geopolitik, geoekonomi, dan transformasi teknologi, diperlukan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami bagaimana kebijakan ekonomi dirancang dan diimplementasikan untuk menjaga ketahanan serta daya saing perekonomian nasional.
"Kemenko Perekonomian merupakan kementerian koordinator yang memiliki tugas strategis dalam mengoordinasikan berbagai kebijakan ekonomi nasional, terlebih di tengah kondisi global yang sangat dinamis dan berbagai agenda prioritas Presiden di bidang perekonomian," ujar Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Hari Nugroho saat memberikan sambutan dalam Kunjungan Studi Institut STIAMI di Jakarta, Rabu (17/06).
Pada kesempatan tersebut, Kepala Biro Hari Nurgoho menjelaskan bahwa setiap kebijakan Pemerintah tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses yang panjang dan melibatkan berbagai tahapan. Sebelum ditetapkan, suatu kebijakan terlebih dahulu dipersiapkan, dibahas secara teknis, serta dikoordinasikan dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan kebijakan yang dihasilkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pencapaian target pembangunan nasional.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa Program Studi Manajemen Logistik Institut STIAMI Nela Septi Anjani, menyampaikan bahwa kunjungan studi di Kemenko Perekonomian menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk memahami lebih jauh peran Pemerintah dalam menyusun dan mengoordinasikan kebijakan perekonomian nasional serta keterkaitannya dengan sektor logistik yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pada sesi penjelasan profil instansi, Pranata Humas Ahli Muda Kemenko Perekonomian Iqbal Mustika Jaya, menjelaskan bahwa Kemenko Perekonomian mengoordinasikan sejumlah Kementerian dan Lembaga yang memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, termasuk sektor energi, investasi, perindustrian, perdagangan, ketenagakerjaan, pariwisata, hingga badan usaha milik negara (BUMN). Selain menjalankan fungsi koordinasi, Kemenko Perekonomian juga mengoordinasikan berbagai program strategis nasional yang secara langsung berdampak pada masyarakat, di antaranya Kredit Usaha Rakyat (KUR), pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kebijakan energi, hingga pengelolaan sumber daya alam. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Analis Kebijakan Ahli Muda pada Asisten Deputi Pengembangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Industri Manufaktur, Agro, Farmasi, dan Kesehatan Kemenko Perekonomian Devi Setyorini, memaparkan dinamika ekonomi global dan pentingnya memahami ilmu ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Devi, perkembangan ekonomi global yang semakin terintegrasi menyebabkan berbagai gejolak internasional turut memengaruhi aktivitas ekonomi domestik, termasuk sektor logistik dan rantai pasok.
Devi menjelaskan bahwa distribusi dan logistik memegang peranan penting dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi nasional, terutama dalam menghubungkan daerah penghasil dengan daerah nonpenghasil. Oleh karena itu, kerja sama antardaerah perlu terus diperkuat guna memastikan distribusi barang berjalan secara efisien sekaligus menekan biaya logistik yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing perekonomian nasional.
Guna memberikan pemahaman yang lebih komprehensif, Analis Kebijakan Ahli Madya pada Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional Kemenko Perekonomian Dyah Wahyu Purbandari, turut menjelaskan mengenai masa depan, arah, dan prioritas kebijakan sektor logistik Indonesia. Dalam pemaparannya, Dyah menjelaskan gambaran umum sektor logistik Indonesia, termasuk peran strategis logistik dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional. Dyah juga mengulas pentingnya penguatan sistem logistik yang efisien dan terintegrasi guna mendukung kelancaran distribusi barang, meningkatkan konektivitas antarwilayah, dan memperkuat daya saing perekonomian nasional.
Adapun terkait kondisi makroekonomi terkini dan berbagai kebijakan strategis Pemerintah, Analis Kebijakan Ahli Madya pada Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Persidangan Kemenko Perekonomian Yogy Ikhwanto, menjelaskan bahwa konsumsi domestik masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, berbagai Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) terus didorong untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat sektor produktif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing ekonomi nasional.
Melalui kegiatan kunjungan studi ini, Kemenko Perekonomian berharap dapat memperkuat sinergi antara Pemerintah dan dunia pendidikan dalam meningkatkan literasi kebijakan, memperluas wawasan mahasiswa mengenai tata kelola pemerintahan, serta membekali generasi muda dengan pemahaman yang komprehensif mengenai dinamika ekonomi dan logistik nasional sebagai bekal menghadapi tantangan global di masa depan.
"Saya berharap teman-teman dapat mengambil nilai-nilai positif yang disampaikan para narasumber sehingga dapat menambah wawasan dan keilmuan sebagai mahasiswa STIAMI, khususnya dalam memahami proses perumusan kebijakan dan dinamika perekonomian nasional," pungkas Kepala Biro Hari Nugroho. (nov/tam)
***