Di tengah dinamika ekonomi global yang diwarnai eskalasi konflik geopolitik dan ketidakpastian rantai pasok dunia, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang solid. Pesan optimisme tersebut, sekaligus ajakan kepada generasi muda untuk menjadi pribadi sukses yang berkarakter, disampaikan oleh Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Industri Manufaktur, Agro, Farmasi dan Kesehatan Mochamad Edy Yusuf, dalam Policy Outreach Forum bertema Kebijakan Ekonomi Berkualitas & Kiat Sukses Berkarakter, di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila), Bandar Lampung, pada Rabu (13/05).
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FEB Unila Nairobi, didampingi jajaran Wakil Dekan dan Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi. Dalam sambutannya, Nairobi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kemenko Perekonomian sebagai jembatan langsung antara pengambil kebijakan dan civitas akademika, sekaligus menegaskan pentingnya forum semacam ini untuk membangun pemahaman mahasiswa terhadap arah kebijakan ekonomi nasional dan pentingnya para mahasiswa mengetahui kiat menjadi pribadi yang sukses.
Selanjutnya, Asdep Edy memaparkan materi yang terbagi ke dalam dua tema utama, yakni Kebijakan Ekonomi Berkualitas dan Kiat Meraih Kesuksesan Berkarakter. Forum berlangsung interaktif dengan diskusi dan engagement yang intens bersama mahasiswa dan mahasiswi FEB Unila yang berasal dari Jurusan Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, dan Pemasaran sejumlah 320 orang.
Pada sesi pertama, Asdep Edy menggarisbawahi bahwa di tengah gejolak global, ekonomi Indonesia tetap tumbuh kuat sebesar 5,61% (yoy) pada Triwulan I-2026, lebih tinggi dari sebagian besar negara G20. Kekuatan tersebut ditopang oleh permintaan domestik yang solid dengan konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 5,52%, konsumsi Pemerintah sebesar 21,81%, dan investasi (PMTB) tumbuh sebesar 5,96%.
Selain itu, indikator makroekonomi lainnya juga menunjukkan stabilitas yang terjaga. Inflasi April 2026 tercatat sebesar 2,42% (yoy), terkendali dalam rentang sasaran 2,5% ± 1%. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga mencapai 123,0 yang berada di level optimis, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap perekonomian domestik. Neraca perdagangan Maret 2026 mencatat surplus selama 71 bulan berturut-turut dengan besaran mencapai USD 3,32 miliar. Cadangan devisa April 2026 berada di posisi yang sangat kuat sebesar USD 146,2 miliar atau setara 5,8 bulan impor. Sementara itu, realisasi investasi Triwulan I-2026 tumbuh 7,2% (yoy) mencapai Rp498,8 triliun.
Lebih lanjut, Asdep Edy menjelaskan bahwa Pemerintah menjalankan serangkaian strategi dan kebijakan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, antara lain hilirisasi komoditas strategis, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), link and match pendidikan dengan dunia usaha, Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan berbagai kredit program lainnya, hingga penguatan kerja sama ekonomi internasional melalui berbagai skema CEPA dan aksesi keanggotaan kawasan strategis.
“Seluruh kebijakan ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, baik untuk pencapaian target jangka menengah maupun untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ujar Asdep Edy.
Memasuki sesi kedua, Asdep Edy menyampaikan materi mengenai Kiat Meraih Kesuksesan Berkarakter yang menjadi pesan kepada para mahasiswa Unila bisa menjadi sukses mulia. Hal tersebut menekankan bahwa kesuksesan sejati dibangun di atas tiga pilar utama yakni kompetensi (pintar), sehat (fondasi), dan karakter mulia (baik hati).
Pertama, kompetensi yang dibangun dengan tiga prinsip dasar yakni rajin membaca/ belajar, selalu fokus, serta bersungguh-sungguh dalam setiap aktivitas. Untuk memperkuat daya ingat dan pemahaman, juga dikenalkan konsep mengingat yang baik berupa AIM Foundation of Memory by Edy, yakni Attention (memusatkan fokus dan menghindari distraksi), Interest (membangun ketertarikan tulus pada materi), dan Meaning (memaknai setiap informasi yang dipelajari).
Kedua, kesehatan sebagai fondasi performa akademik dan profesional. Asdep Edy merangkumnya dalam Edy’s Formula of Health yang terdiri dari lima pilar utama yang disingkat ESOSE, yakni Eat well (pola makan sehat), Sleep well (istirahat berkualitas), Oxygen (lingkungan bersih dan udara baik), Stress management (pengelolaan tekanan), serta Exercise (olahraga rutin).
Ketiga, karakter mulia yang menjadi pembeda utama bagi pribadi sukses. Karakter ini, menurutnya, tercermin dari sikap baik hati, peduli, suka berbagi, bertanggung jawab, serta menjaga kepercayaan.
“Menjadi pintar atau bodoh adalah pilihan kita. Jika kita melatih diri dengan rajin membaca/ belajar, selalu fokus dan sungguh-sungguh maka kita memilih menjadi pintar, jika sebaliknya yang kita lakukan maka kita memilih bodoh dan menjadi miskin. Namun menjadi pintar harus pintar mulia (baik hati). Di tangan generasi seperti inilah Indonesia Emas 2045 akan terwujud,” pesan Asdep Edy.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung sangat antusias dengan 10 pertanyaan kritis dan tanya jawab yang diajukan mahasiswa, mulai dari dampak konflik geopolitik terhadap stabilitas harga dan rantai pasok domestik, efektivitas hilirisasi dalam menciptakan lapangan kerja, strategi pemerintah menjaga daya beli masyarakat, hingga kiat membangun karakter di tengah arus digitalisasi.
Policy Outreach Forum di Universitas Lampung merupakan bagian dari rangkaian kegiatan diseminasi kebijakan ekonomi dan kiat menjadi SDM muda yang unggul/ sukses mulia ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sebelumnya, forum serupa telah dilaksanakan di sejumlah universitas di berbagai wilayah di Indonesia. (d1/dft/tam)
***