KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA
SIARAN PERS
HM.02.04/101/SET.M.EKON.3/04/2026
Halal Bihalal Kemenko Perekonomian Perkuat Kebersamaan dan Hadirkan Optimisme Perekonomian Nasional
Jakarta, 6 April 2026
Koordinasi yang kuat dan sinergi yang solid menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja perekonomian nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang. Penguatan kolaborasi internal terus dilakukan guna memastikan berbagai kebijakan dan program prioritas Pemerintah berjalan efektif serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Momen Idul Fitri ini merupakan momen untuk kita reset kembali pada situasi dan kondisi fitrah, suci kembali. Dan diharapkan ini menjadi energi baru, semangat baru, dan juga sinergi antara unit kerja yang lebih baik," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto saat penyelenggaraan Halal Bihalal Bersama Keluarga Besar Kemenko Perekonmian di Jakarta, Senin (6/04).
Kegiatan Halal Bihalal yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi pengingat bahwa soliditas internal merupakan fondasi penting dalam mendukung kinerja Kemenko Perekonomian ke depan. Menko Airlangga dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk kembali berkumpul secara langsung dan mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan momen ini sebagai titik awal memperkuat semangat kerja dan kebersamaan.
Lebih lanjut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa aktivitas ekonomi selama periode libur Lebaran tetap berjalan dengan baik. Tingginya konsumsi dan mobilitas masyarakat menjadi indikator kuatnya perputaran ekonomi domestik selama masa liburan tersebut.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah pergerakan masyarakat selama periode angkutan Lebaran 2026 mencapai 147,55 juta orang, atau meningkat 2,53% dari proyeksi awal hasil survey sebanyak 143,92 juta orang. Selain itu, sekitar 17,27 juta orang memanfaatkan momentum Lebaran untuk melakukan perjalanan wisata, yang turut mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah di Indonesia.
Kondisi tersebut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah tetap optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun ini dapat berada di kisaran 5,5%, seiring dengan tetap terjaganya konsumsi masyarakat.
Di tengah kondisi global yang masih diwarnai berbagai tantangan, Pemerintah terus mendorong langkah-langkah strategis guna menjaga momentum pertumbuhan. Berbagai kebijakan diarahkan untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan efisiensi.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah optimalisasi dan refocusing anggaran hingga Rp130,2 triliun untuk dialihkan pada belanja yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Selain itu, Pemerintah juga mendorong efisiensi energi melalui penerapan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat, sebagai bagian dari transformasi pola kerja yang lebih adaptif dan efisien.
Pemerintah juga terus mempersiapkan implementasi kebijakan strategis lainnya, termasuk pengembangan bahan bakar nabati B50 yang direncanakan mulai diterapkan pada tahun 2026 ini, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Menutup sambutannya, Menko Airlangga menegaskan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan optimisme dalam menghadapi tantangan ke depan. Seluruh jajaran Kemenko Perekonomian diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mengawal agenda pembangunan ekonomi nasional.
“Saya berharap ke depan kita terus mengawal kemajuan ekonomi, kesejahteraan, dan kemakmuran, di mana Bapak Presiden minta pertumbuhan 8%,” pungkas Menko Airlangga. (map/iqb/tam)
***
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Haryo Limanseto
Website: www.ekon.go.id
Twitter, Instagram, Facebook, TikTok, Threads, & YouTube: @PerekonomianRI
Email: humas@ekon.go.id
LinkedIn: Coordinating Ministry for Economic Affairs of the Republic of Indonesia