Sumber mff/humas ekon

Pencapaian Proyek JETP 2026 Perkuat Arah Transisi Energi dan Ketahanan Energi Nasional

06 Feb 2026 07:50

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS
HM.02.04/37/SET.M.EKON.3/01/2026

Pencapaian Proyek JETP 2026 Perkuat Arah Transisi Energi dan Ketahanan Energi Nasional

Jakarta, 6 Februari 2026

Pemerintah terus memperkuat langkah konkret dalam mendorong transisi energi dan pembangunan ekonomi hijau sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kolaborasi internasional, penguatan tata kelola, serta percepatan implementasi proyek menjadi kunci untuk memastikan komitmen transisi energi dapat diwujudkan secara nyata dan berdampak luas bagi perekonomian nasional.

“Pada kesempatan ini, saya dengan senang hati menyaksikan sebuah upacara penting yang menandai dua program strategis JETP, yaitu Green Energy Corridor Sulawesi (GECS) dan Green Bond Development Facility (GBDF). Kedua program ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman, yang mencerminkan kemitraan strategis yang kuat serta kepercayaan bersama dalam mendorong transisi energi yang berkelanjutan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Pengarah Satuan Tugas (Satgas) Transisi Energi dan Ekonomi Hijau (TEH) Airlangga Hartarto dalam Seremoni Pencapaian Proyek Just Energy Transition Partnership (JETP) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (5/02).

Menko Airlangga menyampaikan bahwa komitmen pendanaan JETP Indonesia sebesar USD21,4 miliar dan telah direalisasikan pendanaan hingga bulan Januari 2026 mencapai sekitar USD3,4 miliar. Hal ini mencerminkan kemajuan nyata dari komitmen yang telah disepakati bersama mitra internasional. Dalam seremoni tersebut juga telah disampaikan penambahan komitmen sekitar USD400 juta untuk menjadikan total komitmen pendanaan JETP Indonesia mencapai sekitar USD21,8 miliar.

Selanjutnya, ditandai pula penandatanganan dan capaian dua program unggulan JETP yang didukung Pemerintah Jerman, yaitu Green Energy Corridor Sulawesi (GECS) dan Green Bond Development Facility (GBDF). Program GECS difokuskan pada penguatan infrastruktur transmisi listrik guna mendukung integrasi energi terbarukan skala besar, sementara GBDF bertujuan memperkuat ekosistem pembiayaan hijau melalui pengembangan pasar obligasi hijau, sosial, dan berkelanjutan di Indonesia.

Program GECS memperoleh dukungan pembiayaan pinjaman konsesional senilai EUR300 juta melalui kerja sama antara PT PLN (Persero) dan KfW Development Bank. Program ini menjadi sangat penting mengingat Sulawesi tengah berkembang sebagai pusat pertumbuhan utama industri, termasuk kawasan pengolahan nikel dan mineral, smelter, serta ekosistem industri kendaraan listrik.

Sementara itu, GBDF merupakan kemitraan berbasis hibah antara KfW Development Bank dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Program ini berperan penting dalam memperkuat ekosistem pembiayaan hijau Indonesia melalui pengembangan pasar obligasi hijau dan berkelanjutan, peningkatan kualitas dan kredibilitas penerbitan, serta penguatan kesadaran dan infrastruktur pasar untuk memperluas permintaan dan pasokan investasi berkelanjutan.

Menko Airlangga juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Keuangan dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia atas penyelesaian perjanjian pinjaman dan hibah yang memastikan kredibilitas dan keberlanjutan pembiayaan proyek JETP. Pemerintah Indonesia turut menghargai dukungan Pemerintah Jerman serta kontribusi berkelanjutan dari seluruh mitra dalam International Partners Group (IPG) yang dipimpin bersama oleh Jerman dan Jepang.

“Semoga kerja sama ini terus menghasilkan proyek-proyek nyata yang memperkuat sistem energi Indonesia, memobilisasi investasi hijau, serta mendukung masa depan energi Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan. Percepatan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar ketersediaan pembiayaan JETP dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencapai target net zero emission paling lambat tahun 2060,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya Menteri Perdagangan, Menteri Perhubungan, Direktur Jenderal Asia, Asia Tenggara dan Eropa Timur, Timur Tengah, serta Amerika Latin, Kementerian Federal untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) Jerman, Duta Besar Jerman, perwakilan Duta Besar Jepang, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sekretaris Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pembagunan Kewilayahan, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis, Direktur Keuangan PT PLN (Persero), Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur, Direktur Eksekutif Kebijakan Publik GFANZ, Wakil Ketua Kelompok Kerja Energi, European Business Chamber of Commerce in Indonesia (EuroCham Indonesia), Energy Programme Indonesia/ASEAN Director of Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH, Country Director Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) Indonesia, Kepala Divisi Energi untuk Asia Timur dan Asia Tenggara KfW Development Bank, serta perwakilan Kementerian/Lembaga terkait. (dep4/aml/fsr)

***

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Haryo Limanseto

Website: www.ekon.go.id
Twitter, Instagram, Facebook, TikTok, Threads, & YouTube: @PerekonomianRI
Email: humas@ekon.go.id
LinkedIn: Coordinating Ministry for Economic Affairs of the Republic of Indonesia

 


Bagikan di | Cetak | Unduh