Indonesia saat ini tengah berfokus pada upaya pemanfaatan bonus demografi untuk mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas 2045. Sejalan dengan agenda tersebut, Pemerintah terus mengakselerasi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari komitmen pengembangan SDM nasional, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menginisiasi kegiatan diseminasi informasi bagi generasi muda.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penerimaan kunjungan kerja siswa SMK Dinamika Pembangunan 2 Jakarta, Selasa (3/02). Kunjungan tersebut juga menjadi momen penting dalam penyebaran informasi kepada generasi muda. Generasi Z dan Alpha yang hadir dijelaskan lebih lanjut mengenai peran Pemerintah dalam pengelolaan perekonomian nasional, termasuk koordinasi kebijakan lintas sektor serta dinamika perkembangan ekonomi nasional.
“Generasi muda harus adaptif, inovatif, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Jangan hanya merasa tahu, tetapi terus mencari tahu dan memperdalam pemahaman,” ujar Pranata Humas Ahli Madya Ferry Surfiyanto.
Lebih lanjut, siswa sebagai generasi muda diharapkan dapat memiliki kesiapan dalam menghadapi perubahan zaman yang berlangsung cepat serta tingkat persaingan yang kian meningkat, baik di tingkat nasional maupun global. Generasi muda didorong untuk terus mengembangkan kapasitas diri melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan penguasaan teknologi agar mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi serta berkontribusi secara aktif dalam pembangunan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, siswa memperoleh pemaparan dari Analis Kebijakan Ahli Madya pada Asisten Deputi Perdagangan Dalam Negeri, Perlindungan Konsumen, dan Tertib Niaga Novriady Wijaya mengenai peran strategis sektor ritel sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional, yang ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga dan keberadaan jutaan unit usaha ritel di berbagai daerah. Selain itu, penjelasan juga diberikan seputar keberlangsungan rantai nilai ritel yang membuka peluang lapangan kerja, mulai dari proses produksi, distribusi, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan usaha.
Selanjutnya kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber Analis Kebijakan Ahli Madya pada Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Digital Reza Ariesca yang membahas seputar perkembangan ekonomi digital Indonesia yang terus mencatatkan pertumbuhan signifikan, khususnya pada sektor perdagangan elektronik. Transformasi digital dinilai membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berperan sebagai talenta masa depan, baik sebagai pelaku usaha, tenaga kerja terampil, maupun inovator di bidang teknologi dan ekonomi kreatif.
Sejumlah kebijakan ekonomi yang relevan dengan generasi muda juga disampaikan, seperti Gig Economy sebagai salah satu model ekonomi yang semakin diminati generasi muda. Melalui Gig Economy, generasi muda memiliki peluang untuk memperoleh penghasilan secara fleksibel melalui pemanfaatan teknologi digital, baik sebagai kreator konten, pelaku usaha daring, pekerja lepas, maupun mitra platform digital. Model ekonomi tersebut sekaligus menjadi sarana peningkatan keterampilan (upskilling dan reskilling) yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa kini.
Melalui kunjungan tersebut, Kemenko Perekonomian berharap dapat menumbuhkan pemahaman sejak dini mengenai peran strategis kebijakan ekonomi serta mendorong generasi muda untuk mempersiapkan diri secara kompeten dan adaptif dalam menghadapi tantangan dan peluang pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (dft/fsr)
***