Pemerintah terus memperkuat perannya dalam mengelola kebijakan ekonomi guna memastikan struktur perekonomian nasional tetap tangguh dan inklusif di tengah dinamika global. Melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, kebijakan ekonomi diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, menjaga stabilitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sejalan dengan upaya tersebut, Pemerintah juga menaruh perhatian pada penguatan pemahaman publik terhadap kebijakan ekonomi, termasuk melalui diseminasi informasi yang menyasar generasi muda. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui penerimaan kunjungan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (16/12).
“Komunikasi publik kebijakan Pemerintah menjadi sangat penting karena kebijakan yang baik tidak akan berdampak optimal jika tidak dipahami dengan benar oleh masyarakat. Dalam praktiknya, penyampaian informasi harus dilakukan secara cepat dan akurat, sehingga menuntut pemahaman substansi yang kuat, kuriositas yang tinggi, serta kredibilitas dalam setiap pesan yang disampaikan,” jelas Pranata Humas Ahli Madya Ferry Surfiyanto yang membuka kegiatan tersebut.
Dengan menghadirkan narasumber Analis Kebijakan Ahli Muda pada Asisten Deputi Pengembangan Badan Usaha Milik Negara Bidang Industri Manufaktur, Agro, Farmasi, dan Kesehatan Zulfirman Basir, mahasiswa diperkenalkan mengenai mandat strategis Kemenko Perekonomian untuk mengoordinasikan kebijakan lintas kementerian dan lembaga.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga memperoleh gambaran lebih luas mengenai bauran kebijakan makroekonomi yang meliputi kebijakan fiskal dan moneter. Kebijakan fiskal diarahkan untuk mendorong permintaan domestik dan aktivitas ekonomi, sementara kebijakan moneter berperan menjaga stabilitas inflasi dan suku bunga agar iklim investasi dan konsumsi tetap kondusif.
Di tengah tantangan global yang masih berlangsung, perekonomian Indonesia dinilai berada dalam kondisi relatif stabil dengan pertumbuhan ekonomi yang terjaga dan inflasi yang terkendali. Pemerintah terus mengoptimalkan berbagai program strategis untuk memperkuat fundamental ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dalam pengambilan kebijakan ekonomi, Pemerintah selalu dihadapkan pada pilihan karena keterbatasan sumber daya, sehingga penting untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Prinsip yang sama juga berlaku dalam kehidupan sehari-hari, di mana pilihan ekonomi harus didasarkan pada manfaat dan prioritas. Melalui kebijakan seperti subsidi, pendidikan, dan intervensi pasar, Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi serta perekonomian dapat tumbuh secara berkelanjutan,” urai Analis Kebijakan Ahli Muda Zulfirman Basir.
Melalui kegiatan tersebut, Kemenko Perekonomian berharap generasi muda dapat memahami arah kebijakan ekonomi nasional secara komprehensif serta terdorong untuk berperan aktif sebagai agen perubahan dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia ke depan. Pranata Humas Ahli Madya Ferry Surfiyanto juga berharap agar mahasiswa sebagai generasi muda senantiasa menjaga kuriositas dan kemauan untuk terus belajar sebagai modal penting dalam memahami dan mengantisipasi dinamika serta tantangan di berbagai bidang yang ada saat ini maupun ke depan. (dft/fsr)
***