KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA
SIARAN PERS
HM.02.04/424/SET.M.EKON.3/11/2025
Jadi Primadona Kerja Sama Internasional, Indonesia Tunjukkan Keberhasilan Diplomasi Ekonomi
Jakarta, 26 November 2025
Perwujudan diplomasi bebas aktif terus diupayakan Pemerintah Indonesia yang tercermin melalui keterlibatan dalam berbagai kerja sama dan forum ekonomi internasional, sejalan dengan visi menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan dunia. Diplomasi ekonomi yang dijalankan secara strategis tersebut juga dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang secara konsisten terlibat aktif dalam penguatan kerja sama internasional demi meningkatkan daya saing dan peran Indonesia di kancah global.
Menurut Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto dalam keterangannya, Selasa (25/11) menyatakan bahwa dalam satu tahun terakhir, Kemenko Perekonomian telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterlibatan kerja sama luar negeri di sektor ekonomi, baik melalui kemitraan bilateral maupun forum multilateral. Aktivitas tersebut mencerminkan komitmen Indonesia untuk memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai negara serta memperkuat posisi perekonomian nasional dalam dinamika ekonomi global.
“Banyak kerja sama yang kita lakukan ini sebenarnya adalah perwujudan diplomasi kita yang bebas aktif, dan juga menunjukkan bahwa mudah-mudahan kita bisa terhubung (secara ekonomi) dengan hampir seluruh negara di dunia. Kita membuka diri namun kita juga punya policy-policy untuk kepentingan negara kita sendiri,” ungkap Juru Bicara Haryo.
Upaya perluasan kerja sama ekonomi yang ditempuh Pemerintah tersebut bertujuan untuk membuka akses pasar yang lebih luas di berbagai negara, guna mendorong peningkatan perdagangan dan ekspor nasional. Selain itu, Pemerintah juga terus mengupayakan masuknya investasi asing sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi domestik.
Saat ini Indonesia aktif menjalin dan memperkuat berbagai kemitraan strategis, termasuk melalui forum G20, proses aksesi ke OECD, keikutsertaan dalam BRICS, kelanjutan perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), serta pembahasan aksesi pada Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi komprehensif Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi ekonomi di kancah global.
Melalui salah satu keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional seperti G20 yang beranggotakan 20 negara dengan total populasi mencapai sekitar 5,9 miliar jiwa, dapat membuktikan bahwa Indonesia mampu menjangkau lebih dari 70% penduduk global melalui satu platform kerja sama saja. Terlebih, dengan partisipasi aktif dalam berbagai forum dan kemitraan internasional lainnya seperti OECD, BRICS, CPTPP, ASEAN, IEU-CEPA, RCEP, dan kerja sama lainnya, potensi perluasan akses pasar Indonesia diproyeksikan dapat menjangkau lebih luas. Hal ini menegaskan semakin strategisnya posisi Indonesia dalam arsitektur ekonomi dunia dan membuka peluang yang jauh lebih besar bagi perdagangan, investasi, dan integrasi ekonomi di masa mendatang.
“Jadi kita bisa melihat juga bahwa Indonesia sekarang sudah menjadi primadona, selalu dilibatkan untuk event-event internasional, kerja sama juga. Indonesia itu sudah menjadi bagian penting dari perdagangan global, nah ini juga menunjukkan keberhasilan diplomasi ekonomi yang dijalankan oleh Indonesia,” pungkas Juru Bicara Haryo. (dft/fsr)
***
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Haryo Limanseto
Website: www.ekon.go.id
Twitter, Instagram, Facebook, TikTok, Threads, & YouTube: @PerekonomianRI
Email: humas@ekon.go.id
LinkedIn: Coordinating Ministry for Economic Affairs of the Republic of Indonesia