KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA
SIARAN PERS
HM.02.04/414/SET.M.EKON.3/11/2025
Indonesia-Australia Pererat Koordinasi Strategis Menjelang KTT G20
Afrika Selatan, 21 November 2025
Indonesia dan Australia menggelar pertemuan bilateral strategis yang dihadiri oleh Sherpa G20 Australia dan Sherpa G20 Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas agenda menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan menyepakati pentingnya memperkuat tata kelola global berbasis aturan dan sistem perdagangan multilateral.
Indonesia menegaskan dukungan penuh terhadap Presidensi Afrika Selatan dan mendorong tercapainya kesepakatan untuk empat prioritas utamanya. Prioritas tersebut mencakup penguatan ketahanan dan respons bencana, peningkatan keberlanjutan utang, mobilisasi pendanaan bagi transisi energi yang adil dan inklusif, serta pengembangan mineral kritis secara bertanggung jawab guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan berkeadilan
Australia menekankan perlunya menjaga G20 sebagai forum ekonomi utama. Australia mendorong agar Leaders’ Declaration memuat isu-isu geopolitik yang dinilai strategis. Selain itu, Australia menaruh perhatian lebih pada pemberdayaan ekonomi perempuan dan memperkuat implementasi aksi perubahan iklim, khususnya dalam mendorong transisi energi yang lebih terjangkau.
Pada isu ekonomi, kedua negara sepakat memperkuat mekanisme berbasis pasar untuk menjaga keamanan rantai pasok melalui inovasi dan kerja sama, termasuk dalam upaya memperkuat sistem multilateral berbasis aturan dengan WTO sebagai pilar utamanya.
“Kita perlu memperkuat mekanisme berbasis pasar untuk menjaga keamanan rantai pasok melalui inovasi dan kerja sama,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Raden Edi Prio Pambudi.
Lebih lanjut, Deputi Edi juga menekankan dorongan Indonesia untuk mencapai hasil signifikan pada MC14 serta pentingnya pemanfaatan AI yang tetap menjaga kepercayaan publik. Indonesia turut menyoroti bahwa penguatan pasokan mineral kritis harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan dampak ekologis jangka panjang.
Menutup pertemuan, Indonesia menyampaikan pemahaman atas arah prioritas yang tengah dipertimbangkan Presidensi AS, termasuk deregulasi, energi, transformasi digital, serta upaya penyederhanaan proses birokrasi untuk mendorong capaian yang lebih konkret. Indonesia juga berkomitmen untuk berpartisipasi dalam agenda G20 selanjutnya.
“Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi secara aktif dan konstruktif dengan Presidensi G20 Amerika Serikat Tahun 2026, serta mempersiapkan partisipasi dalam pertemuan Sherpa G20 pertama,” pungkas Deputi Edi.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya yakni First Assistant Secretary Department of the Prime Minister and Cabinet Australia Lisa Elliston, serta perwakilan sherpa G20 Australia dan Indonesia. (dep2/aml/fsr)
***
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Haryo Limanseto
Website: www.ekon.go.id
Twitter, Instagram, Facebook, TikTok, Threads, & YouTube: @PerekonomianRI
Email: humas@ekon.go.id
LinkedIn: Coordinating Ministry for Economic Affairs of the Republic of Indonesia