Sumber ekon.go.id

Tonggak Penting Memperkuat Kemandirian Industri Petrokimia Nasional

07 Nov 2025 05:13

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS
HM.02.04/386/SET.M.EKON.3/11/2025

Tonggak Penting Memperkuat Kemandirian Industri Petrokimia Nasional

Cilegon, 7 November 2025
 

Sering disebut sebagai “industry of industries”, sektor kimia hulu juga merupakan salah satu jantung dari industrialisasi modern serta memiliki multiplier effect ke banyak sektor ekonomi lainnya. Tidak kurang dari 6.000 jenis produk hilir dari berbagai sektor industri di Indonesia bergantung pada pasokan industri petrokimia dasar seperti sektor otomotif, pupuk, farmasi, elektronik, hingga sektor tekstil dan serat sintetis.

Dalam acara peresmian pabrik petrokimia terintegrasi PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Kota Cilegon, Kamis (6/11), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas pembangunan proyek strategis ini. Kepala Negara pun mendorong dukungan bagi investasi yang dapat memberikan manfaat bersama.

“Kehormatan kita adalah mitra siapapun. Apalagi mitra dari luar datang ke kita, investasi uang mereka, yang mereka cari dengan susah payah puluhan tahun. Mereka percaya sama kita. Di sini mereka beri manfaat kepada kita, kita harus amankan,” ucap Presiden Prabowo.

Pemerintah menyambut baik beroperasinya fasilitas produksi PT LCI yang turut menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian industri petrokimia nasional serta bukti nyata kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia. Hal tersebut menegaskan bahwa penguatan sektor kimia hulu merupakan bagian penting dari upaya Pemerintah dalam mendorong transformasi industri dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

“Proses investasi fasilitas produksi ini telah dimulai sejak tahun 2016 dan menjadi langkah penting dalam percepatan realisasi investasi. Hal ini sekaligus menjadi bukti keberhasilan dukungan Pemerintah terhadap investasi strategis yang diharapkan dapat direplikasi pada proyek-proyek lainnya,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam acara peresmian tersebut.

Fasilitas produksi PT LCI yang diresmikan tersebut, dalam proses produksi menggunakan bahan baku naphtha dan LPG dengan kapasitas tahunan sebesar 1 juta ton etilena dan 520 ribu ton propilena, yang akan menggantikan impor bahan baku kimia hulu bernilai miliaran dolar. Selain mendorong substitusi impor, keberadaan industri ini juga membuka potensi ekspor baru dan memperpanjang tren surplus neraca perdagangan nasional.

“Penguatan industri manufaktur merupakan salah satu strategi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Keberadaan industri hulu yang kuat, diharapkan dapat semakin memperkokoh pertumbuhan industri intermediate dan hilir,” pungkas Menko Airlangga. (nov/fsr)

***

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Haryo Limanseto

Website: www.ekon.go.id
Twitter, Instagram, Facebook, TikTok, Threads, & YouTube: @PerekonomianRI
Email: humas@ekon.go.id
LinkedIn: Coordinating Ministry for Economic Affairs of the Republic of Indonesia


Bagikan di | Cetak | Unduh