Pemerintah terus berupaya memperkuat komitmen dalam mendukung penyediaan transportasi laut yang merata dan berkualitas, khususnya di wilayah timur Indonesia. Upaya ini diwujudkan melalui serangkaian kegiatan yang meliputi monitoring layanan angkutan penumpang, audiensi dengan Pemerintah Daerah setempat, serta pelaksanaan rapat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Yuli Sri Wilanti didampingi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT PELNI Anik Hidayati berkesempatan untuk merasakan langsung fasilitas layanan angkutan penumpang pada salah satu armada kapal penumpang milik PT PELNI yaitu KM. Labobar yang melayani trayek di sekitar Pulau Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Perjalanan dimulai dengan keberangkatan dari Kota Ambon pada Senin (21/04), kemudian singgah di Pulau Banda, hingga sampai ke tujuan di Kota Tual. Waktu tempuh perjalanan tersebut mencapai 20 jam di atas laut. Pengalaman ini memberikan perspektif yang berharga dalam memahami kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap layanan angkutan laut, serta pentingnya peran PT PELNI dalam menghubungkan konektivitas antar pulau.
Setibanya di Kota Tual pada Selasa (22/04), Asdep Yuli beserta rombongan disambut oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Kota Tual Usman Borut dan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Tual Dullah Atnangar beserta jajaran SKPD lainnya. “Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengucapkan terima kasih, semoga dengan kunjungan ini PT PELNI lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat Kota Tual dan Kab. Maluku Tenggara,” ucap Dullah saat menyampaikan sambutannya mewakili Pemerintah Daerah Kota Tual.
Rangkaian kegiatan di Maluku kemudian dilanjutkan dengan audiensi bersama Walikota Tual dan Wakil Bupati Maluku Tenggara serta pelaksanaan Rapat Koordinasi Optimalisasi Peran PT PELNI dalam Penyediaan Angkutan Barang dan Penumpang di Wilayah Maluku pada Rabu (23/04). Dalam audiensi tersebut, Walikota Tual dan Wakil Bupati Maluku Tenggara menyampaikan kebutuhan masyarakat setempat terkait transportasi dan logistik angkutan laut, serta menjaring masukan untuk peningkatan layanan PT PELNI. Diskusi terfokus pada potensi pengembangan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk pemenuhan dan distribusi pasokan pangan, yang diharapkan dapat menekan inflasi di wilayah Maluku.
Selanjutnya, rapat koordinasi dilaksanakan untuk membahas beberapa agenda penting, yang pertama yaitu potensi dan peluang komoditas unggulan daerah baik di Kota Tual maupun Kab. Maluku Tenggara untuk didistribusikan melalui jalur laut sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah. Kedua, potensi KAD untuk memenuhi kebutuhan pasokan pangan di wilayah Maluku dan optimalisasi PT PELNI untuk mendukung distribusi pasokan tersebut. Ketiga, peran strategis PT PELNI baik untuk mobilitas penumpang maupun distribusi barang termasuk bahan pangan, melalui optimalisasi keberadaan kapal putih (kapal penumpang), kapal tol laut, kapal rede, dan kapal perintis yang melayani rute antar pulau di Maluku.
Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut yaitu Walikota Tual dan Wakil Bupati Maluku Tenggara beserta jajaran SKPD terkait, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Asisten Deputi Logistik Pangan Dalam Negeri Kemenko Bidang Pangan, serta perwakilan kementerian/lembaga antara lain Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, dan Badan Pangan Nasional. (dep1/dlt/fsr)
***