Sumber Humas Ekon

Berdialog Dengan Perwakilan Organisasi Masyarakat, Pemerintah Indonesia dan OECD Dorong Peningkatan Komunikasi Publik

06 May 2025 21:30

Di tengah kunjungan ke Jakarta untuk mendorong percepatan aksesi Indonesia ke dalam OECD, perwakilan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral Kemenko Perekonomian, selaku Sekretariat Tim Nasional Aksesi OECD, bersama dengan Delegasi Sekretariat OECD melakukan pertemuan dengan perwakilan organisasi masyarakat dan think tanks untuk berdiskusi mengenai proses aksesi dalam acara dialog yang dilaksanakan di Jakarta, Senin (5/05).

Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan utama terkait manfaat yang akan diperoleh masyarakat luas dari bergabungnya Indonesia ke dalam OECD. Dalam pertemuan tersebut, peserta pertemuan mengapresiasi dialog yang diadakan dan mendorong peningkatan komunikasi publik agar proses aksesi ini dapat diketahui serta didukung oleh masyarakat yang lebih luas.

Menanggapi hal tersebut, Head of South Asia and South-east Asia Division OECD Alex Boehmer menyampaikan harapannya agar organisasi masyarakat dan think tanks dapat mendukung penyebaran informasi yang lebih luas mengenai proses aksesi ini. Alex Boehmer juga menambahkan apabila terdapat informasi yang kurang tepat mengenai proses aksesi Indonesia, maka dapat menginformasikan kepada Sekretariat OECD agar dapat dibantu untuk meluruskan.

Proses aksesi yang dikoordinatori oleh Kemenko Perekonomian ini tentu akan memberikan manfaat kepada masyarakat Indonesia melalui perbaikan tata kelola kebijakan berdasarkan referensi praktik-praktik terbaik yang diterapkan oleh negara-negara anggota OECD, terutama di sektor pendidikan, ketenagakerjaan, tata kelola publik, lingkungan, perdagangan, dan inklusivitas. Sekretariat OECD juga menekankan bahwa kesesuaian tersebut bukan berarti sama, namun lebih ke selaras dalam tujuan. Sehingga, strategi untuk mencapainya dapat disesuaikan dengan karakteristik kebijakan di Indonesia.

Pelibatan organisasi masyarakat dan lembaga penelitian juga merupakan salah satu aspek penting dalam tata kelola kebijakan. OECD bekerja sama dengan organisasi masyarakat dan think tanks untuk mendukung penerapan praktik-praktik kebijakan terbaik di berbagai negara. Dengan mempertimbangkan masukan dari masyarakat serta hasil analisis dari penelitian terkait, efektivitas implementasi dari suatu kebijakan akan terungkap dan dapat dijadikan dasar perbaikan depannya.

Para perwakilan organisasi masyarakat dan think tanks juga menyampaikan harapan agar ke depannya OECD dapat menjembatani kerja sama antara organisasi dan think tanks di Indonesia dan internasional.

Pada kesempatan yang sama, Head of Accession Co-ordination Unit of OECD Natalie Limbasan menjelaskan bahwa pasca submisi dokumen Intial Memorandum akan diadakan diskusi teknis antara OECD dengan pihak terkait di Indonesia yang tidak hanya melibatkan Pemerintah, tetapi juga organisasi, lembaga, think tanks, dan asosiasi terkait lainnya. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan efektivitas implementasi kebijakan di Indonesia dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat dengan pendekatan yang mengutamakan keadilan sosial dan kelestarian lingkungan.

Turut hadir dalam dialog tersebut antara lain perwakilan dari CSIS, INFID, INDEF, the Habibie Institute, the Prakarsa, dan SMERU. (uw/sp/map/fsr)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh