Sumber ekon.go.id

Menjawab Tantangan Ekonomi yang Semakin Dinamis, Kemenko Perekonomian Tingkatkan Kapasitas Pegawai Melalui Workshop

25 Apr 2025 21:00

Memasuki Tahun 2025, Ekonomi Indonesia menunjukkan dinamika yang kompleks di antaranya yakni kombinasi tekanan eksternal dan tantangan domestik. Di satu sisi, ketidakpastian ekonomi global saat ini semakin meningkat dengan adanya perang dagang Amerika Serikat melalui kebijakan tarif Presiden Trump, serta belum selesainya konflik di Timur Tengah dan Ukraina yang menciptakan disrupsi pada ekonomi dunia. Selain itu, di sisi domestik, Indonesia perlu terus mendorong stabilitas ekonomi seperti menjaga daya beli masyarakat, menurunkan dan memitigasi tingkat pengangguran terbuka, mendorong tumbuhnya investasi dan industri manufaktur yang bernilai tambah tinggi, serta pengembangan SDM yang berkualitas.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah telah merumuskan guideline kebijakan ekonomi lima tahun ke depan yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Berdasarkan RPJMN, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian diamanatkan menjadi pengampu beberapa capaian indikator nasional yang meliputi 5 indikator Sasaran Utama Pembangunan, 10 indikator Prioritas Nasional, 6 indikator Program Prioritas, dan 8 indikator Kegiatan Prioritas.

Meskipun terdapat upaya untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi, ketidakpastian kebijakan dan tekanan eksternal memerlukan perhatian khusus dari pembuat kebijakan dan pelaku ekonomi. Untuk itu, Kemenko Perekonomian bekerjasama dengan PROSPERA menyelenggarakan workshop dengan tema “Economic Policy Discussion: Designing Impactful Policies” guna mendorong peningkatan dan pengembangan kapasitas pegawai Kemenko Perekonomian, khususnya para Analis Kebijakan yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 22-24 April 2025.

“Pentingnya workshop ini, untuk mendukung pengawalan pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8%, maka Kemenko Perekonomian harus mampu mengoordinasikan kebijakan-kebijakan dalam mencapai target tersebut. Hal ini hanya bisa dilakukan dengan penetapan kebijakan yang tepat sasaran dan memiliki daya ungkit yang signifikan,” ungkap Kepala Biro Manajemen Kinerja dan Kerjasama Kemenko Perekonomian Evita Mantovani seraya mengapresiasi kolaborasi yang baik dengan PROSPERA.

Lebih lanjut, Senior Adviser PROSPERA Raksaka Mahi juga menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan “pentingnya para analis Kebijakan Kemenko Perekonomian meningkatkan kapasitasnya dan kemandiriannya untuk beradaptasi dalam menghadapi dinamika ekonomi global dan tantangan yang semakin kompleks dengan menyusun kebijakan yang tepat sasaran berdasarkan bukti-bukti scientific dan fakta yang terjadi di lapangan.”

Para peserta terlihat sangat antusias dan berdiskusi aktif dalam workshop ini. Para Narasumber dari Tim PROSPERA juga secara interaktif dan komunikatif menyampaikan bagaimana memahami isu-isu makroekonomi dan menjabarkannya dalam suatu rekomendasi kebijakan. Materi workshop juga mengulas isu-isu terkait ketenagakerjaan, ketahanan energi, ekonomi digital, perdagangan, investasi, pariwisata, dan konektivitas. Kegiatan ini juga menjadi wadah pertukaran ide, pengalaman, serta pemikiran kritis untuk merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran dan berdampak nyata. (mkks/map/fsr/hls)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh