Sumber ekon.go.id

Diselimuti Antusiasme Mahasiswa, Kemenko Perekonomian Paparkan Peran Penting Kerja Sama Internasional dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

25 Feb 2025 21:53

Bonus demografi yang saat ini sedang berlangsung harus dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Pemerintah sebagai modal dalam mendorong kemajuan bangsa. Seiring dengan hal tersebut, generasi muda sekaligus menjadi sosok yang memiliki peran krusial sebagai penggerak utama pembangunan dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.

“Seperti yang sering disampaikan oleh Menteri Koordiantor Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bahwa sumber daya manusia menjadi pilar utama dalam pembangunan masa depan bangsa, sehingga generasi muda diharapkan bisa terus adaptif ke depan,” ungkap Pranata Humas Ahli Madya Kemenko Perekonomian Ferry Surfiyanto dalam Kunjungan Studi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan di Loka Kahuripan Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (25/02).

Mengangkat tema Creating Connectivity in the Growth of Economic and Technological Diplomacy dan menghadirkan narasumber Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan dipaparkan informasi terkait upaya yang dilakukan Pemerintah dalam menjaga ketangguhan perekonomian nasional, hingga peran aktif Indonesia saat ini di kancah perekonomian global.

Lebih lanjut, Asdep Irwan menyampaikan bahwa saat ini Indonesia tetap optimis mampu memiliki realisasi pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat dan relatif tinggi dibandingkan negara lain, meski dihadapkan dengan dinamika risiko global yang memicu ketidakpastian seperti tensi geopolitik, volatilitas harga komoditas, fragmentasi ekonomi, pengetatan moneter negara maju, hingga perubahan iklim. Pemerintah berfokus untuk mengimplementasikan berbagai strategi dan kebijakan dengan sejumlah key sectors yang akan terus didorong Pemerintah seperti Manufaktur (Hilirisasi), Jasa, Pariwisata, Konstruksi atau Perumahan, Ekonomi Digital, Semikonduktor, hingga Ekonomi Hijau.

Terkait dengan industri semikonduktor, Asdep Irwan menegaskan bahwa pengembangan sektor tersebut menjadi salah satu program prioritas Pemerintah, sebagaimana dimaksud dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yakni melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Terdapat sejumlah strategi utama yang akan dilakukan Pemerintah yakni dengan terus memperkuat akses terhadap supply chain, pemberian insentif, program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi SDM, hingga memperkuat logistik dengan penyediaan infrastruktur yang memadai. 

“Nah ini semikonduktor, salah satu yang kita sedang tuju. Ini adalah bagaimana kita menjadi high-tech, negara yang punya industri tinggi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tidak lagi menuruti hanya barang mentah, atau barang alam saja tentunya,” jelas Asdep Irwan.  

Sebagai salah satu upaya dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut, Pemerintah juga terus memperkuat kerja sama ekonomi internasional melalui keterlibatan Indonesia dalam berbagai forum global seperti RCEP, IPEF, CP-TPP, BRICS, dan OECD. 

Melalui OECD, Pemerintah berupaya untuk dapat mendorong transformasi struktural menuju Visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan kapasitas untuk penerapan aturan dan standar global, perbaikan tata kelola, regulasi dan kebijakan, mendukung ekonomi inklusif dan pengembangan sumber daya manusia, ekonomi keberlanjutan, serta memperluas akses pasar dan potensi pertambahan nilai. Berbagai upaya tersebut tentu akan mendorong penguatan daya saing dan ketahanan ekonomi, peningkatan kualitas kebijakan dan tata kelola kelembagaan, memperkuat reputasi dan kredibilitas reformasi ekonomi Indonesia, serta memastikan kebijakan domestik tetap relevan dalam menghadapi dinamika global.

Dengan bergabung dalam keanggotaan OECD, Pemerintah berupaya memperkuat kepemimpinan Indonesia di kancah global dengan memastikan kepentingan Indonesia sejalan dengan perkembangan ekonomi global melalui kerja sama internasional dan partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi salah satu kekuatan baru dalam kancah global, berperan aktif dalam pengembangan aturan dan standar global, serta menunjukkan kesiapan dan komitmen Indonesia terhadap prinsip demokrasi, kepatuhan hukum (rule of law), serta keterbukaan dan transparansi pasar.

Memasuki sesi tanya jawab, para mahasiswa memperlihatkan antusiasme yang tinggi melalui beragam pertanyaan yang disampaikan mulai dari strategi ekonomi saat Covid-19, investasi dalam pengembangan industri semikonduktor, hingga upaya Pemerintah untuk memastikan perlindungan komoditas kelapa sawit. Diakhir sesi, para mahasiswa juga diajak untuk meninjau sejumlah ruangan yang digunakan dalam mendukung kinerja Kemenko Perekonomian seperti Loka Kretagama, Studio EkonIcon, dan Media Center. (dft/fsr)


Bagikan di | Cetak | Unduh