Sumber ekon.go.id

RI-Rusia Cari Langkah Strategis untuk Tingkatkan Nilai Perdagangan dan Investasi

16 Oct 2020 12:33

Indonesia dan Rusia sepakat untuk terus mencari terobosan dan melakukan langkah-langkah strategis agar bisa meningkatkan nilai perdagangan di masa mendatang. Hal ini tercetus dalam Pertemuan ke-4 Working Group on Trade, Investment and Industry (WGTII) RI-Rusia pada tanggal 14 Oktober 2020 lalu.

Pertemuan secara virtual ini digelar dalam kerangka Indonesia-Russia Joint Commission on Trade, Economic and Technical Cooperation (Sidang Komisi Bersama di bidang Perdagangan, Ekonomi dan Teknik/SKB RI-Rusia).

Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Eropa, Afrika, dan Timur Tengah Kemenko Perekonomian bersama Direktur Departemen Kerja Sama Ekonomi Multilateral dan Proyek Khusus Kementerian Pembangunan Ekonomi Federasi Rusia memimpin acara yang dihadiri oleh wakil dari sejumlah Kementerian/Lembaga terkait dan KADIN kedua negara. 

Dalam kesempatan ini, Indonesia menyampaikan pentingnya menghilangkan berbagai hambatan perdagangan, meningkatkan promosi, serta mempercepat proses perijinan importasi Rusia untuk beberapa produk pertanian, perkebunan, dan perikanan dari Indonesia.

“Seperti minyak sawit, buah tropis, dan kopi Indonesia yang diminati oleh berbagai kalangan, khususnya generasi muda dan pelaku usaha Coffee Shops di Rusia,” ujar Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Eropa, Afrika, dan Timur Tengah Kemenko Perekonomian Fajar Wirawan Harijo.

Data pun mencatat, nilai transaksi ekspor kopi ke Rusia pada tahun 2019 mencapai 17,3 juta USD dengan jumlah volume sebesar 11.106,3 ton. Indonesia sendiri tercatat sebagai eksportir kopi terbesar ke-7 ke Rusia.

Lebih lanjut, Indonesia menyampaikan pentingnya perluasan akses pasar ke kawasan Eurasian Economic Union (EAEU). Rusia merupakan salah satu negara anggota dan saat ini tengah dilakukan kajian bersama mengenai pembentukan Free Trade Area Indonesia-EAEU. “Diharapkan kajian tersebut akan selesai dalam jangka waktu 1 tahun,” sambung Fajar.

Kedua pihak juga telah sepakat untuk terus mendorong seluruh pihak terkait dalam upaya peningkatan kerja sama di bidang riset dan pengembangan vaksin, obat-obatan, serta alat kesehatan dalam rangka penanggulangan Covid-19. Di samping itu, dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi informasi digital akhir-akhir ini akibat pandemi, kedua negara akan melakukan penjajakan kerja sama di bidang ekonomi digital dan e-commerce.

Dalam pertemuan ini, kedua pihak juga menyampaikan perkembangan penanganan dampak pandemi Covid-19 baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. “Seperti penyediaan pelayanan kesehatan, pemberian bantuan sosial, hingga program pemulihan ekonomi nasional guna menjaga kesehatan dan daya beli masyarakat, kemampuan likuiditas perusahaan, kemudahan ekspor impor, serta bantuan bagi UMKM,” tegas Fajar.

Ia pun menjelaskan, Indonesia mendorong kerja sama yang lebih erat di bidang industri dan mengajak para pelaku usaha Rusia untuk bekerja sama dan berinvestasi khususnya di sektor industri farmasi dan alat kesehatan, otomotif, energi terbarukan, tambang, elektronik, tekstil dan pakaian, makanan-minuman dan pertanian.

“Termasuk investasi dan pemanfataan sejumlah kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri yang tengah dikembangkan di sejumlah wilayah di Indonesia,” imbuhnya.

Pemerintah Indonesia juga menjelaskan langkah perbaikan perekonomian nasional dan iklim investasi melalui kemudahan pengurusan izin berusaha dan berinvestasi, melalui penyempurnaan Online Single Submission (OSS), pemberian sejumlah insentif fiskal, dan revisi sejumlah regulasi terkait sebagaimana tertuang dalam UU Cipta Kerja yang belum lama ini telah disahkan oleh DPR RI.

“Langkah-langkah perbaikan tersebut merupakan upaya untuk mentransformasi ekonomi nasional Indonesia dan dalam rangka merespons berbagai tantangan di bidang ekonomi saat ini,” tutur Fajar.

Pertemuan pun sepakat untuk terus berkoordinasi erat, melakukan dialog secara regular, serta mendorong penguatan interaksi kalangan pelaku usaha kedua negara, baik melalui partisipasi dalam berbagai forum dan pameran dagang, maupun investasi dan industri yang diselenggarakan kedua negara. 

Indonesia dalam hal ini mengundang pelaku usaha Rusia untuk berpartisipasi pada pameran virtual Trade Expo Indonesia pada 11-16 November 2020, pameran industri Hannover Messe 2021 di Jerman dan Indonesia akan menjadi Partner Country (April 2021), serta kunjungan ke Paviliun Indonesia di Dubai Expo, Uni Emirat Arab (Oktober 2021-Maret 2022).   

Hasil pertemuan kemudian dituangkan dalam bentuk Protocol pertemuan untuk dilaporkan kepada Senior Economic Officials kedua pihak. Selanjutnya Menteri masing-masing akan bertindak sebagai Co-Chair pada pertemuan SKB RI-Rusia yang jadwalnya akan disepakati lebih lanjut.

Sebagai informasi, Rusia merupakan salah satu mitra utama Indonesia di Eropa, sejak pembukaan hubungan diplomatik 70 tahun yang lalu. Indonesia dan Rusia telah menjalin hubungan dan kerja sama yang erat di berbagai bidang, antara lain bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pertanian, kesehatan, pendidikan, pertukaran budaya, dan pertahanan keamanan.

“Diharapkan momentum peringatan 70 Hubungan Bilateral kedua negara dapat mendorong kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi dan industri yang lebih erat ke depannya,” harap Fajar.

Di tengah kondisi global yang masih dipenuhi ketidakpastian akibat pandemi Covid-19, nilai perdagangan kedua negara masih menunjukan perkembangan positif. Menurut data statistik perdagangan Indonesia, nilai total perdagangan bilateral pada periode Januari-Agustus 2020 mencapai 1,2 miliar USD dengan nilai ekspor untuk periode Januari-Agustus 2020 mencapai sebesar 565,1 juta USD atau meningkat sebesar 0,96% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai 559,7 juta USD. Sedangkan nilai impor Indonesia dari Rusia pada periode Januari-Agustus 2020 mencapai 630,4 juta USD atau menurun 27,39% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 sebesar 868,2 juta USD.

Selanjutnya berdasarkan catatan BKPM, realisasi investasi Rusia di Indonesia pada tahun 2019 sebesar 18,4 juta USD dalam 92 proyek atau meningkat berlipat ganda jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang mencapai 2,1 juta USD. Pada periode Januari-Juni 2020, nilai realisasi investasi Rusia di Indonesia mencapai 2,6 juta USD dalam 77 proyek. Rusia menempati peringkat ke-28 dalam Penanaman Modal Asing (PMA) ke Indonesia. (dep7/idc/iqb)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh