Sumber www.ekon.go.id

Tingkatkan Mobilitas dan Efisiensi Waktu di Kawasan Metropolitan, Light Rail Transit (LRT) Jabodebek Segera Dioperasionalkan

26 Jun 2023 17:50

Pembangunan Light Rail Transit Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (LRT Jabodebek), yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), menjadi salah satu upaya alternatif Pemerintah untuk mengurangi kemacetan di kawasan metropolitan Jabodetabek. Angkutan umum massal berbasis rel ini dihadirkan untuk mendorong perpindahan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum yang diharapkan akan dapat mengurangi potensi kerugian ekonomi akibat kemacetan di Jabodetabek yang diestimasikan bisa mencapai Rp100 triliun per tahunnya.

Untuk meningkatkan mobilitas dan efisiensi waktu pengguna, pengoperasian LRT Jabodebek juga didukung dengan integrasi moda transportasi umum lainnya, seperti KRL Commuter Line, Transjakarta, angkutan umum perkotaan, dan Kereta Api Bandara. Kesemuanya terhubung dalam beberapa lokasi stasiun LRT dalam konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau yang lebih dikenal sebagai Transit Oriented Development (TOD).

Pengembangan TOD di beberapa simpul transportasi seperti area Dukuh Atas yang di dalamnya terdapat Stasiun KRL, LRT, MRT, Kereta Bandara, dan Halte Transjakarta akan turut didukung melalui studi pengembangan kawasan TOD di Jabodetabek dalam Program Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration Phase 3 (JUTPI-3)

“Melalui operasionalisasi LRT dan pengembangan kawasan TOD tersebut, ke depannya diharapkan kesadaran masyarakat akan terus meningkat untuk beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum,” tutur Analis Kebijakan Ahli Muda Dandi Wirustyastuko yang mewakili Asisten Deputi Perencanaan Pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (selaku Project Director Program JUTPI-3), pada kegiatan Uji Coba Dinamis LRT Jabodebek Lintas Pelayanan 1 dan 2, di Jakarta, Selasa (13/06) lalu.

Untuk mendukung penyelenggaraan kawasan TOD pada beberapa lokasi stasiun LRT, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta badan usaha terkait akan menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, seperti pembangunan halte bus dan penyediaan angkutan pengumpan (feeder), pedestrian, area park and ride, rekayasa lalu lintas dan rute angkutan umum, serta koneksi dengan kawasan komersial sekitar.

Saat ini, LRT Jabodebek dibagi dalam tiga Lintas Pelayanan yakni Lintas Pelayanan 1 dari Stasiun Taman Mini hingga Stasiun Harjamukti, Lintas Pelayanan 2 dari Stasiun Dukuh Atas hingga Stasiun Cawang, dan Lintas Pelayanan 3 dari Stasiun Halim hingga Stasiun Jatimulya. Ketiga perlintasan tersebut terhubung pada simpul Stasiun LRT Cawang yang terkoneksi dengan Stasiun KRL dan Halte Transjakarta.

“Persiapan LRT Jabodebek dalam tahap uji coba mulai dari 15 Mei 2023, dan pada 12 Juli 2023 akan diadakan soft launching, dengan rencana operasi komersial 18 Agustus 2023,” ujar Vice President Passenger, Transportation, and IT dari Divisi LRT PT KAI (Persero) Kristina Oktaviana.

Kegiatan uji coba LRT Jabodebek tersebut diselenggarakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan dihadiri Kepala Badan Pengelola Jalan Tol Kementerian PUPR, perwakilan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Kementerian Perhubungan, perwakilan JICA Indonesia Office, serta tenaga ahli Jepang untuk Program JUTPI-3. (dep6/rep/fsr)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh