Sumber ekon.go.id

Pemerintah Dorong Komoditas Ekspor Unggulan dari Tingkat Desa, Tingkatkan Pertumbuhan Perekonomian Lokal dan Nasional

20 Mar 2023 18:32

Peningkatan ekspor nonmigas sebagian terkontribusi dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang berbasis di wilayah pedesaan. Hal ini menjadi sinyal positif untuk terus memperluas upaya pengembangan komoditas-komoditas ekspor unggulan dari wilayah pedesaan. Salah satu upayanya yakni dengan mendorong pengiriman ekspor langsung dari desa tempat komoditas itu berasal.

Di Kabupaten Nias Utara, pada Rabu 8 Maret 2023, telah diadakan kegiatan Seremoni Ekspor Perdana Kelapa dan Kopra Desa Sejahtera Astra yang menjadi bentuk sinergi dan kolaborasi antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Desa PDTT, dan PT Astra International Tbk., untuk pengembangan kewirausahaan dan perekonomian lokal melalui program Desa Ekspor-Desa Sejahtera Astra.

“Pasar ekspor merupakan peluang yang perlu dimanfaatkan dan dioptimalkan dalam program pemberdayaan masyarakat wilayah pedesaan untuk memberikan tingkat pendapatan yang lebih tinggi,” kata Asisten Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan Kemenko Perekonomian Chairul Saleh yang mewakili Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian M. Rudy Salahuddin.

Kegiatan tersebut, lanjut Chairul, dapat memacu semangat dan menjadi langkah awal yang baik bagi petani, masyarakat desa, dan seluruh stakeholder di Kabupaten Nias Utara dalam mengembangkan komoditas kelapa dan produk olahannya, sehingga dapat diekspor ke berbagai negara di seluruh dunia.

Acara seremoni dibuka secara simbolis oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, melalui pemotongan pita yang dilanjutkan pemecahan kendi sebagai tanda pelepasan ekspor ke Tiongkok, Malaysia, India, dan Pakistan. Terdapat tiga kontainer yang diberangkatkan dengan valuasi ekspor sekira Rp8 miliar.

“Saya mengapresiasi dan mendukung kegiatan ekspor ini yang terlaksana berkat kerja sama Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, dan swasta. Pemerintah Kabupaten Nias Utara diharapkan dapat mempelajari dengan benar komoditas-komoditas yang menjadi potensi unggulan daerah dan menanamnya secara luas untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Komoditas yang diekspor juga bukan barang mentah seperti kelapa segar saja, namun setidaknya dapat mengekspor produk yang sudah diolah yaitu kopra,” jelas Gubernur Edy.

Kabupaten Nias Utara juga diharapkan dapat mandiri secara pangan, memiliki infrastruktur jalan yang baik untuk memudahkan logistik, serta memiliki SDM yang teredukasi mengenai komoditas unggulan dan harganya yang tepat.

Dengan dilakukannya ekspor perdana kelapa utuh dan kopra ke Tiongkok, dan kopra ke Malaysia, India, dan Pakistan tersebut, tentunya diharapkan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Kegiatan ekspor ini melibatkan sekitar 1646 orang dari 20 desa, kelembagaan BUMDES (BUMDES Afoda, BUMDES Afore dan BUMDES Gawu Soyo), serta fasilitator (agretail.id).

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kementerian Desa PDTT Harlina Sulistyorini menyampaikan bahwa saat ini desa dengan status tertinggal di seluruh Indonesia berjumlah 74.962 desa, termasuk di Kabupaten Nias Utara belum ada desa yang berstatus maju. Isu yang perlu diselesaikan terutama mengenai penguatan SDM, serta membentuk BUMDES yang belum berbadan hukum menjadi berbadan hukum dan lebih berkembang.

Terkait dengan pengembangan ekonomi lokal, terdapat tiga fokus utama yaitu kuantitas, kualitas dan kontinuitas. Ke depannya diharapkan tidak hanya kelapa dan kopra saja yang diekspor namun juga produk olahan lain, jadi dapat membantu perekonomian desa-desa di Kabupaten Nias Utara sehingga dapat terentaskan sebagai daerah tertinggal.

Di sisi lain, Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk. Riza Deliansyah menuturkan, kolaborasi antar K/L dan swasta diharapkan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia seiring dengan peningkatan ekspor Indonesia di 2022 sebesar 51%, dan sebagian besar didominasi sektor pertanian, tepatnya 92% berasal dari sektor perkebunan.

Seremoni Ekspor Perdana Kelapa dan Kopra Desa Sejahtera Astra Nias Utara yang diadakan di Pelabuhan Angin Gunungsitoli itu juga dihadiri oleh Bupati Nias Utara, General Manager PT Pelindo Regional 1 Cabang Gunungsitoli, Direktur Agretrail, Kepala Organisasi Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Nias Utara, Kepala Desa, dan Pengurus BUMDES. (dep4/rep/fln)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh