Gunakan Kereta Buatan Anak Bangsa, LRT Jabodebek Ditargetkan Beroperasi Mulai Juli 2023
Pemerintah terus berupaya meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat dengan pembangunan infrastruktur seperti melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor transportasi. Salah satu PSN transportasi yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan yakni Proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.
Proyek LRT Jabodebek merupakan satu dari 16 Proyek perkeretaapian yang terdapat pada daftar PSN sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 21 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional.
Memiliki nilai investasi sebesar Rp29,9 triliun, dengan skema pendanaan melalui pemberian kepercayaan penugasan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI), LRT Jabodebek terbentang sepanjang 44,43 km, melintasi Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi. LRT ini terbagi ke dalam 3 line yaitu line 1 Cawang - Cibubur sepanjang 14,89 km, line 2 Cawang -Dukuh Atas sepanjang 11,05 km, dan line 3 Cawang – Bekasi Timur sepanjang 18,49 km.
Kereta yang digunakan untuk LRT Jabodebek merupakan kereta buatan BUMN Indonesia yaitu PT INKA. Pemilihan pemakaian kereta dan teknologi ini juga merupakan bentuk perwujudan implementasi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang merupakan salah satu komitmen Pemerintah dalam pembangunan infrastruktur Indonesia.
Kereta buatan anak bangsa ini dapat beroperasi tanpa masinis dan mampu mencapai kecepatan maksimum 80km/jam dan terdiri dari 8 gerbong dalam setiap rangkaiannya. Setiap gerbongnya dapat mengangkut maksimal 180 penumpang atau 1480 penumpang dalam satu rangkaian keseluruhan.
Dalam rangka meninjau progress pembangunan LRT Jabodebek yang ditargetkan selesai dan dapat beroperasi pada bulan Juli 2023, Kemenko Perekonomian melalui Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Priotas (KPPIP) melakukan kunjungan kerja ke Depo LRT Jabodebek di Bekasi, Kamis (16/02).
Dalam kesempatan tersebut, pihak LRT yang didampingi oleh pihak dari Kementerian Perhubungan dan PT KAI menyampaikan bahwa saat ini progress pembangunan telah mencapai 89.11%, dengan progress pengadaan lahan 99,5%, menyisakan 1 bidang trase yang sedang dalam upaya penyelesaian. Sementara kesiapan lintas pelayanan mencapai 96.26% dengan pembagian pada line 1 yaitu Cawang – Cibubur mencapai 98.12%, sementara line 2 Cawang – Dukuh Atas mencapai 96.62% dan line 3 Cawang – Bekasi Timur telah mencapai 94.77%.
Selain itu, dipaparkan juga mengenai beberapa kendala yang masih menghambat dalam upaya penyelesaian LRT Jabodebek, seperti beberapa perizinan yang masih belum keluar serta masih sulitnya koordinasi penggunaan lahan. Menanggapi hal tersebut KPPIP berkomitmen akan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam upaya mencari solusi untuk memastikan LRT Jabodebek dapat terselesaikan sesuai target sebagaimana arahan Presiden untuk memastikan PSN dapat terselesaikan pada kuartal 1 2024. (dep6/dlt/iqb)
***