Sumber ekon.go.id

Baleg DPR RI Dukung Percepatan Pembahasan RUU Cipta Kerja

18 May 2020 11:54

RUU Cipta Kerja merupakan bentuk kehadiran negara dalam mengatasi persoalan ekonomi khususnya pengangguran dengan menciptakan iklim investasi yang sehat, kondusif, dan berkepastian hukum.

Anggota Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (Baleg DPR RI) Firman Soebagyo mengajak berpikir lebih jernih dalam menyikapi pembahasan RUU Cipta Kerja yang digagas pemerintah. “Dengan adanya investasi maka lapangan kerja akan sangat terbuka,” ujarnya, Senin (20/4).

Firman memastikan, dalam RUU Cipta Kerja, Pemerintah dan DPR RI mengedepankan dan memikirkan nasib pekerja informal dan yang menganggur. Jumlah pekerja informal dan yang menganggur ada sekitar 70 persen dari tenaga kerja. Sementara yang formal atau sudah bekerja hanya 30 persen. “Apalagi, sesudah pandemi Covid-19 ini akan semakin banyak pengangguran baru,” lanjutnya.

Menurut dia, negara punya kewajiban untuk menyiapkan lapangan kerja bagi para mahasiswa yang sudah dan akan lulus. Selain itu, untuk mahasiswa yang akan lulus juga harus mendapatkan kesempatan kerja yang sama.

Patut disyukuri, kata Firman, di tengah kesulitan akibat pandemi Covid-19, pemerintah masih menyediakan Kartu Prakerja. Baik itu untuk yang sudah tidak kerja akibat pemutusan hubungan kerja (PHK), yang dirumahkan, maupun angkatan kerja baru. “Semua dipersiapkan secara dini sehingga pada saatnya ekonomi membaik mereka siap utuk bekerja kembali,” katanya.

Ia pun mengungkapkan, RUU Cipta Kerja justru akan menjadi platform atau dasar hukum pemerintah melaksanakan rencana kerjanya ke depan. Persiapan itu harus dilakukan dari sekarang. Kalau menyiapkannya setelah pandemi, maka akan ketinggalan dengan negara lain dan ada 251 negara lebih yang sama-sama kena imbas pandemi Covid-19.

Untuk itu, musibah Covid-19 ini harus dijadikan tantangan sekaligus peluang. Ia pun menepis pandangan berbagai pihak yang menyatakan Pemerintah dan DPR RI tidak punya empati membahas RUU Cipta Kerja di tengah pandemi Covid-19.

“Pemerintah sudah memberikan perhatian besar dalam penanganan Covid-19, baik dari sisi anggaran hingga membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Semua sudah bekerja keras selama ini,” tegasnya.

Lebih lanjut Firman meminta kelompok-kelompok tertentu yang hanya bicara kepentingan kelompoknya janganlah membuat pernyataan-pernyataan provokatif terlebih dengan bernada ancaman. Dia menegaskan hal itu sangat menyesatkan apalagi dalam situasi kondisi bangsa yang sedang seperti ini.

“The show must go on. Biarlah anjing menggongong kafilah tetap berlalu. Saya meyakini semua perbuatan baik akan membawa kemanfaatan bangsa dan negara ini akan selalu mendapat rida Allah SWT. Mohon doanya,” pungkasnya. (idc/iqb)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh