Pemerintah terus berupaya mendorong akselerasi pengembangan ekosistem kewirausahaan dengan menetapkan target rasio kewirausahaan nasional di tahun 2024 sebesar 3,95% dan pertumbuhan wirausaha baru sebesar 4%. Selaras dengan hal tersebut, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional 2021-2024.
Pemerintah memberikan beberapa fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh calon wirausaha termasuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam memulai usahanya, seperti fasilitasi ide usaha melalui proses inkubasi yang didalamnya termasuk kegiatan pelatihan, pendidikan, bimbingan teknis, lokakarya, pendampingan, akses pembiayaan, fasilitasi pemanfaatan hasil ilmu pengetahuan dan teknologi, sertifikasi, akses perizinan dan lain sebagainya.
Dalam rangka mendukung pertumbuhan dan membangkitkan jiwa wirausaha serta melahirkan para wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing di era ekonomi digital khususnya pada siswa SMK, Pemerintah melalui Asisten Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyelenggarakan kegiatan workshop dengan tema “Mendorong Transformasi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan menjadi Wirausaha Baru yang Tangguh dan Berdaya Saing di Era Ekonomi Digital” di Hotel Atria Kota Magelang, Kamis (4/08).
“Siswa SMK perlu didukung, selain untuk siap bekerja di industri atau melanjutkan studi di jenjang pendidikan tinggi, juga menjadi wirausaha yang berkelanjutan dengan penambahan beberapa fasilitas dukungan yang dibutuhkan oleh pihak sekolah, seperti pendampingan guna peningkatan mutu produk, peningkatan jiwa atau semangat entrepreneurs, dan bantuan untuk promosi atau akses pemasaran,” ungkap Asisten Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Saleh pada workshop tersebut.
Walikota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz turut menyampaikan bahwa di Kota Magelang saat ini terdapat program yang ditujukan untuk menghasilkan 1.500 wirausaha baru yaitu program Magelang Keren (Kelurahan Entrepreneurship Center), dimana setiap kelurahan ditargetkan memiliki klinik UMKM dengan tugas memberikan pendampingan terkait manajemen, pemasaran, pengemasan dan sebagainya. Selain itu, disampaikan pula bahwa para wirausahawan terbentuk berdasarkan praktik atau action, bukan hanya belajar teori saja, untuk itu pembelajaran dari para narasumber terkait pengalaman suksesnya menjadi penting disampaikan kepada para siswa.
Kegiatan workshop tersebut dilakukan secara hybrid dengan total peserta sebanyak 30 siswa secara luring (masing-masing 10 siswa dari SMKN 3 Magelang, SMKN 2 Magelang dan SMK Muhammadiyah 2 Muntilan) dan 350 siswa mengikuti secara daring. Peserta memperoleh materi terkait pengembangan kewirausahaan yang disampaikan oleh para narasumber yang ahli serta paham dan berpengalaman di bidang kewirausahaan.
Salah satu hal yang disampaikan dalam workshop tersebut adalah faktor penghambat terbesar tumbuhnya wirausaha baru adalah rasa takut untuk memulai usaha, hal tersebut sesuai dengan laporan Global Entrepreneurship Monitor (GEM) yang menyatakan bahwa Indonesia berada pada peringkat 40 dari 43 negara dalam hal fear of failure (opportunity), padahal Indonesia berada pada peringkat 6 dari 43 negara dalam hal kemampuan dan pengetahuan.
Dalam kesempatan tersebut, masing-masing perwakilan dari 3 SMK yang hadir secara luring turut menyampaikan apresiasi mereka terhadap dukungan Pemerintah kepada pengembangan wirausaha baru.
Kepala Sekolah SMKN 3 Magelang Mila Yustiana mengungkapkan bahwa SMKN 3 Magelang selalu mendukung dan siap menjalankan transformasi siswa menjadi wirausaha baru. SMKN 3 Magelang sendiri saat ini sudah menjalankan program SPW (Sekolah Pencetak Wirausaha) sebagai wadah bagi siswa yang mempunyai jiwa entrepreneur dalam mengembangkan usahanya.
Kemudian Kepala Sekolah SMKN 2 Magelang Kurniawan Basuki mengatakan bahwa SMKN 2 Magelang secara perlahan juga mengarah pada pemberdayaan UMKM, dimana saat ini sudah bekerja sama dengan 15 UMKM di Magelang. SMKN 2 Magelang juga sedang membuat perusahaan marketplace yang ditangani oleh siswa serta membangun co-working space untuk memfasilitasi siswa dalam membangun usaha.
Selain itu, Perwakilan SMK Muhammadiyah 2 Muntilan Setyo Hendrawati turut menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini sejalan dengan komitmen SMK Muhammadiyah 2 Muntilan untuk dapat mendorong lulusan-lulusan siswanya menjadi wirausaha muda yang mandiri, sukses, serta dapat menciptakan lapangan pekerjaan.
Kegiatan workshop tersebut juga dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kota Magelang, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Magelang, Ketua Program Studi Kewirausahaan Universitas Agung Podomoro, Vice President Junior Chamber International (JCI) Femme, serta Head of Shipper Academy dan Head of Seller Training Lazada. (dep4/dlt/fsr)
***