Sumber ekon.go.id

Tingkatkan Aksesibilitas di Wilayah Timur Indonesia, Pemerintah Akselerasi Pembangunan Bandar Udara Siboru Fakfak

03 Aug 2022 19:07

Pembangunan infrastruktur bandar udara (bandara) terus dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi dan memperkuat konektivitas antar wilayah di Indonesia yakni di antaranya untuk menghubungkan daerah barat dengan daerah timur Indonesia.

Berkaitan dengan hal tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo diwakili Asisten Deputi Percepatan dan Pemanfaatan Pembangunan Suroto melaksanakan kegiatan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak, di Kantor Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Selasa (26/07). Audiensi tersebut dilakukan untuk mengoordinasikan percepatan pembangunan Bandar Udara Siboru Fakfak yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor bandara.

Bupati Fakfak Untung Tamsil menyampaikan progres pembangunan Bandara Siboru Fakfak yang telah dimulai konstruksinya sejak 2020 lalu. Lingkup pembangunan bandara terdiri dari pembangunan fasilitas sisi darat dan sisi udara. Selain itu, pembangunan bandara yang juga dikenal sebagai Bandar Udara Jacob Patipi tersebut direncanakan akan menggantikan Bandar Udara Torea Fakfak, yang merupakan bandara eksisting saat ini, dikarenakan sudah tidak dapat dikembangkan lagi.

Pembangunan Bandar Udara Siboru Fakfak yang dikonstruksikan pada lahan seluas 208 hektare itu direncanakan dapat diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada November 2022 mendatang. Oleh karena itu, Pemkab Fakfak mengharapkan Pemerintah Pusat dapat memfasilitasi upaya percepatan pembangunan Bandar Udara Siboru Fakfak sebagai hasil dari audiensi kali ini.

Menanggapi hal tersebut, Kemenko Perekonomian yang merupakan perwakilan dari Pemerintah Pusat berupaya mencarikan solusi atas permasalahan yang timbul dari pelaksanaan penyediaan infrastruktur prioritas. Khusus untuk PSN Bandara Siboru Fakfak ini, beberapa permasalahan yang terjadi dalam pembangunannya antara lain terkait dengan kondisi akses jalan menuju bandara.

Hal tersebut telah ditindaklanjuti dengan dimulainya pembangunan jalan akses menuju bandara, serta sudah direncanakan perbaikan jalan eksisting yang kondisinya saat ini rusak parah dan belum layak untuk dilalui. “Dengan beberapa upaya yang dilakukan tersebut, diharapkan dapat menyelesaikan isu aksesibilitas bandara, sehingga tidak meninggalkan permasalahan, baik ketika akan diresmikan ataupun dioperasikan nanti,” jelas Asdep Suroto yang juga menjabat sebagai Sekretaris Tim Pelaksana KPPIP.

Asdep Suroto menyampaikan bahwa pihaknya akan memfasilitasi permohonan Pemkab Fakfak dengan menyelenggarakan rapat koordinasi yang melibatkan BPN, Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), Kejaksaan Agung, Pemerintah Daerah, dan Kementerian/Lembaga terkait lainnya.

Melalui audiensi kali ini diharapkan dapat menjembatani Pemkab Fakfak dengan stakeholders terkait lainnya sehingga peresmian Bandar Udara Siboru Fakfak dapat terlaksana sesuai rencana.

Kemenko Perekonomian juga akan terus mengawal pembangunan bandara yang terletak di Provinsi Papua Barat tersebut, serta akan mengupayakan debottlenecking terhadap kendala yang ada. (dep6/rep/fsr)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh