Sumber ekon.go.id

Tekan Pengurangan Emisi, PSN PLTU Batang Terapkan Teknologi Ultra Super Critical

20 Jul 2022 14:20

Pemerintah terus melakukan monitoring dan evaluasi dalam proses penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia pada sektor yang berbeda-beda. Salah satu PSN yang ada di Jawa Tengah yakni Proyek PLTU Batang yang merupakan proyek dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) di Indonesia.

Asisten Deputi Percepatan dan Pemanfaatan Pembangunan Kemenko Perekonomian Suroto selaku Sekretaris Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa PLTU Batang merupakan salah satu Proyek Infrastruktur Prioritas yang terus didorong percepatan penyelesaiannya oleh Pemerintah.

Kemenko Perekonomian melalui KPPIP melakukan monitoring dan evaluasi pada Proyek PLTU Batang yang berkapasitas 2x1.000 megawatt (MW)  pada Kamis (23/06). Pada kunjungan tersebut, Kepala Divisi PMO Sektor Energi dan Teknologi Yudi Adhi Purnama mengatakan bahwa PLTU Batang menerapkan teknologi ultra super critical (USC).

PMO Sektor Energi dan Teknologi menyambut baik atas penerapan teknologi USC yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, saat konstruksi, proyek ini juga telah menyerap lapangan kerja hingga 14.000 orang yang dapat mendorong bergulirnya roda ekonomi di daerah dan nasional.

Perlu diketahui bahwa Teknologi USC dapat menurunkan pelepasan sulfur maupun nitrogen di udara secara signifikan. Selain itu, di sekeliling PLTU ini juga disiapkan green belt area dan lahan konservasi untuk satwa endemik.

PSN ini merupakan salah satu Proyek Infrastruktur Prioritas yang terus didorong percepatan penyelesaiannya oleh pemerintah dan diestimasikan dapat beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date) pada Agustus 2022. Saat ini tengah dilakukan proses commissioning secara real untuk memastikan teknologi yang digunakan beroperasi sebagaimana direncanakan serta memenuhi ketentuan yang berlaku.

Sebagai informasi, Proyek PLTU Batang dilaksanakan oleh PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) yang merupakan joint venture yang didirikan oleh tiga perusahaan konsorsium perusahaan Indonesia dan Jepang dengan pembiayaan dari The Japan Bank for International Cooperation (JBIC) senilai Rp60 Triliun. (dep6/ltg/fsr)


Bagikan di | Cetak | Unduh