Sumber ekon.go.id

GPDRR 2022: Mitigasi dan Pengurangan Risiko Bencana untuk Mencapai Ketangguhan Bencana dan Pembangunan yang Berkelanjutan

17 May 2022 16:52

Indonesia memiliki kesempatan yang berharga dalam menciptakan dunia yang lebih baik melalui pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), khususnya dalam konteks perubahan iklim ataupun penanganan pandemi Covid-19.

Terkait hal tersebut, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 yang bertema “Fostering Collaboration towards Sustainable Resilience” pada tanggal 23 hingga 28 Mei 2022 di Bali.

Ajang GPDRR 2022 bertujuan untuk meningkatkan upaya PRB melalui komunikasi dan koordinasi antara para pemangku kepentingan seperti pemerintah, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), organisasi dan institusi internasional, lembaga swadaya masyarakat, ilmuwan atau akademisi dan pelaku sektor swasta untuk berbagi pengalaman dalam merumuskan panduan strategis untuk pelaksanaan kerangka global PRB atau Sendai Framework for DRR 2015-2030.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang kolaborasi bagi Indonesia dan seluruh negara di dunia untuk membahas pentingnya mitigasi dan pengurangan risiko bencana dalam upaya mencapai ketangguhan bencana dan pembangunan yang berkelanjutan.

Sebagaimana tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2021 tentang Panitia Nasional Penyelenggara GPDRR ke-7 Tahun 2022, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga ditunjuk sebagai Pengarah dalam GPDRR 2022.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam hal ini juga berperan sebagai leader dalam Thematic Session 10 dengan tema “Building Resilience Through Recovery” dengan anggota Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Dalam persiapan menuju GPDRR 2022 tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang melalui Keasdepan Ketahanan Kebencanaan dan Pemanfaatan Teknologi telah melaksanakan Forum Konsultasi GPDRR di Hotel Novotel Cikini, pada 11-12 Mei 2022. Kegiatan tersebut meliputi pemaparan konsep dan tanggapan atas konsep untuk menjadi bahan masukan dalam rangka penajaman narasi yang telah disiapkan oleh perwakilan Kementerian/Lembaga yang menjadi delegasi Republik Indonesia dalam GPDRR 2022.

Pada kesempatan tersebut, Asisten Deputi Ketahanan Kebencanaan dan Pemanfaatan Teknologi Muksin menyampaikan bahwa selain pandemi, ancaman bencana semakin meningkat dengan adanya perubahan iklim, sehingga perlu menggugah awareness dan kolaborasi antarnegara dalam menghadapi ancaman bencana ke depan.

“Hal yang paling penting selanjutnya adalah strategi menuangkan dokumen perencanaan dalam aksi nyata di lapangan dalam penanganan bencana untuk mengurangi risiko ketika terjadi bencana,” ungkap Asisten Deputi Muksin.

Di Indonesia, bencana berdampak pada 3 kelompok besar yaitu Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Setiap kejadian bencana, terutama yang bersifat katastrofi berdampak besar pada ketahanan fiskal dan pelayanan publik. Indonesia sendiri telah memiliki regulasi pembiayaan kebencanaan melalui Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2021 tentang Dana Bersama Penanggulangan Bencana.

“Skema pooling fund dapat menjadi salah satu capaian yang perlu diangkat dalam GPDRR, sebagai salah satu upaya memulihkan kapasitas fiskal Pemerintah,” jelas Asisten Deputi Muksin.

Lebih lanjut, diperlukan strategi Sistem Manajemen Kelangsungan Usaha bagi pelaku usaha sebagai salah satu yang sangat terdampak dengan adanya pandemi. Selain itu, strategi kebencanaan yang berbasis wilayah yakni Program Desa Tangguh Bencana (Destana) diharapkan dapat di scale up ke skala kota untuk mendukung program resilient city based on spatial plan.

Strategi tersebut diharapkan perlu disegerakan dan diinisiasi bersama oleh seluruh pihak terkait, agar dapat menghadapi setiap perubahan dan segera beradaptasi, serta memulihkan diri dengan cepat khususnya terhadap bencana yang terjadi. (dep6/dlt/fsr)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh