Sumber ekon.go.id

Dukungan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) dalam Operasional Terminal Multipurpose Labuan Bajo di Wae Kelambu

15 Apr 2022 16:25

Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Wahyu Utomo yang diwakili oleh Sekretaris Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Suroto, melakukan kunjungan ke Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor pelabuhan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (17/03).

Sebelumnya pada 8 November 2021 lalu, dalam rangka mendukung kegiatan operasional pelabuhan telah dilakukan penandatanganan Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Negara dalam rangka penyediaan infrastruktur Terminal Multipurpose Labuan Bajo selama 50 Tahun pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo.

Dalam kunjungan ke Terminal Multipurpose Labuan Bajo di Wae Kelambu, Sekretaris Tim Pelaksana KPPIP Suroto didampingi oleh Tim Project Management Office (PMO) KPPIP diterima oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo Bapak Hasan Sadili dan PT Pelindo (Persero) yang diwakili oleh Kepala Divisi Operasi Regional 3 Johanes Wahyu Hertanto, Manager Komersial Regional Bali Nusa Tenggara Respati Budi Kristyantoro, dan General Manager Pelabuhan Labuan Bajo Dimas Yuliono.

Pada kesempatan tersebut, Dimas Yuliono menyampaikan bahwa progres konstruksi Terminal Multipurpose Labuan Bajo sudah selesai sepenuhnya, dimana peresmiannya pun telah dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Kamis 14 November 2021.

Selain untuk tujuan pelabuhan barang, Terminal Multipurpose Labuan Bajo juga bermanfaat untuk meningkatkan penerimaan pemerintah, mengurangi pengangguran, menciptakan dampak pengali (multiplier effect) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan nilai tambah terhadap ekonomi daerah dan penciptaan nilai bersama untuk kegiatan sosial kemasyarakatan.

Terminal Multipurpose yang terletak di Wae Kelambu ini akan difokuskan untuk pelabuhan barang seperti petikemas, general cargo dan curah. Sedangkan untuk tujuan wisata berupa penumpang, pinisi, yacht, akan dialihfungsikan ke Pelabuhan Labuan Bajo Eksisting.

Investasi sisi darat dilakukan oleh PT Pelindo (Persero), sedangkan investasi sisi laut dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. PT Pelindo (Persero) nantinya akan memberikan kontribusi tetap senilai Rp. 171 Miliar setiap tahunnya dengan peningkatan per tahun sebesar 2,95%, serta pembagian keuntungan sebesar 16,81% dari arus kas bersih.

Kinerja pelabuhan pada tahun 2022 berkembang cukup pesat dibanding tahun sebelumnya, terutama sejak meningkatnya kegiatan pelayanan kapal Ro-Ro. Meski demikian, dukungan terhadap kegiatan bisnis pelabuhan masih sangat dibutuhkan khususnya terkait pemanfaatan asset dan juga kegiatan operasional.

Hal tersebut tak lepas dari beberapa isu yang masih berkembang seperti kurangnya potensi muatan balik terutama dalam arus petikemas, belum optimalnya lokasi penumpukan container atau container yard, belum tersedianya Ruang Tunggu Kapal dan Ruang Tunggu Penumpang di sekitar area pelabuhan, dan menurunnya usia layan jalan akses ke pelabuhan akibat meningkatnya pelayanan kendaraan berat.

Sekretaris Tim Pelaksana KPPIP Suroto menyampaikan bahwa koordinasi akan terus dijaga khususnya dengan melibatkan stakeholder terkait untuk menyelesaikan permasalahan yang berkembang. Kemenko Perekonomian melalui Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas akan terus mengawal proyek ini guna menjalankan fungsinya sebagai point of contact dalam implementasi koordinasi untuk debottlenecking Proyek Strategis Nasional dan Proyek Prioritas. (dep6/frh/fsr)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh