Sumber ekon.go.id

Pengembangan PSN Irigasi dan Food Estate dalam Upaya Menjadikan Kalimantan Tengah sebagai Lumbung Pangan di Masa Depan

17 Mar 2022 13:00

Pemerintah terus melakukan upaya untuk menjadikan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai lumbung pangan masa depan bagi Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut, fokus Pemerintah bagi pengembangan Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah menjadi prioritas.

Berkenaan dengan itu, di awal Februari ini, Deputi Bidang Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Wahyu Utomo yang diwakili Asisten Deputi Perencanaan Pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi Tulus Hutagalung telah melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring dan Evaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Irigasi dan Food Estate Kalimantan Tengah sebagai implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020.

Rakor tersebut antara lain dihadiri perwakilan dari Kementerian PUPR, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Keuangan, Kementerian Pertanian, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, serta PT RNI.

Perwakilan dari Kementerian PUPR menyatakan bahwa ada 2 PSN Irigasi yang akan selesai pada 2022, kemudian 2 PSN Irigasi yang akan selesai setelah 2024, dan 1 PSN Irigasi yang diajukan untuk dikeluarkan. Kedua PSN Irigasi yang ditargetkan akan selesai pada tahun ini adalah D.I. Lhok Guci dan D.I. Jambo Aye Kanan, yang mana progres fisik keduanya telah mencapai lebih dari 80%.

Dua PSN Irigasi yang diprediksi selesai setelah 2024, tepatnya tahun 2025, adalah D.I. Rentang dan D.I. Lempuing. Kementerian PUPR akan menyusun action plan percepatan penyelesaian PSN Irigasi tersebut. Sedangkan, PSN Irigasi yang belum dilaksanakan dan diajukan untuk dikeluarkan dari daftar PSN Irigasi adalah D.I.R. Telake.

Kementerian PUPR juga telah menyelesaikan beberapa kegiatan pendukung program Food Estate di Kalimantan Tengah. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi rawa Blok A seluas 43.500 hektare yang berada di Kabupaten Kapuas telah diselesaikan sepenuhnya. Selain itu, pembangunan pintu air dan jembatan juga sudah mencapai 98,99%. Tetapi, cuaca ekstrim dan kondisi aksesibilitas yang kurang memadai masih menjadi kendala utama dalam pembangunan pintu air dan jembatan tersebut.  

Kementerian Pertanian juga telah melakukan beberapa kegiatan untuk mendukung program Food Estate Kalimantan Tengah. Pada 2021, Kementan telah melakukan intensifikasi lahan seluas 13.519 hektare atau sekitar 95% dari target awal, dan ekstensifikasi lahan seluas 15.394 hektare atau sekitar 92% dari target awal. Dukungan lainnya yaitu Survei Investigasi Desain (SID) seluas 18.749 hektare.

Selanjutnya, Kementerian ATR/BPN telah menyelesaikan survei IP4T seluas 224.500 hektare pada 2020 hingga 2021. Survei IP4T tersebut terdiri dari 3 tahapan. Tahap pertama dan kedua telah selesai pada 2020 dengan luas 74 ribu dan 90 ribu hektare. Tahap ketiga selesai pada 2021 dengan luas sekitar 64 ribu hektare. Pada tahun 2022 ini, sudah direncanakan untuk melakukan survei IP4T pada area seluas 314 ribu hektare.

Dari sisi Kementerian Desa PDTT bahwa telah diidentifikasi beberapa kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi di kawasan transmigrasi Dadahup. Kegiatan intensifikasi tersebut meliputi peningkatan sarana prasarana guna mendukung usaha tani, peningkatan SDM, dan pemberdayaan masyarakat. Sedangkan, kegiatan ekstensifikasi meliputi perencanaan pemukiman, pembangunan pemukiman, penempatan, dan pembinaan transmigran.

Terakhir, PT RNI telah menyelesaikan seluruh proses tanam pada 2021 lalu di lahan demfarm Blok A2 Dadahup dengan rata-rata produktivitas sebanyak 0,85 ton/hektare. Sedangkan, kendala yang diperkirakan akan mempengaruhi hasil panen di antaranya yaitu kondisi air yang dalam dan tanah yang belum matang, keterbatasan tenaga panen, serta adanya hama penggerek batang, wereng, tikus, dan penyakit busuk leher. (dep6/rep/fsr)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh