Sumber ekon.go.id

Indonesia Dukung Kesetaraan Hak dan Kewajiban antara Negara Konsumen dengan Negara Produsen Komoditas Hasil Pertanian dan Kehutanan

10 Nov 2021 16:10

Sebagai negara adidaya di bidang penanggulangan perubahan iklim, Indonesia terus berjuang menyuarakan kesetaraan hak dan kewajiban antara negara konsumen dengan negara produsen komoditas hasil pertanian dan kehutanan. Salah satunya adalah dengan mengambil peran Co-chairmanship bersama dengan Inggris dalam Forest, Agriculture, Commodity and Trade (FACT) Dialogue.

Mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada FACT event: Nature and Land Use Day yang diselenggarakan dalam side event COP26 UNFCCC di Glasgow-Skotlandia, Sabtu (6/11), Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud sebagai Sekretaris Delegasi RI pada FACT Dialogue menyatakan bahwa sektor pertanian dan kehutanan serta produk yang dihasilkannya mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia yang rentan oleh perubahan iklim. Oleh karena itu, dialog antara negara konsumen dan negara produsen telah sejalan dengan kebutuhan dan kesadaran akan krisis iklim.

FACT Dialogue memberikan ruang khusus bagi negara yang terlibat untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai sistem perdagangan komoditas pertanian dan kehutanan yang ideal dari sisi konsumen maupun produsen. Namun dialog tersebut juga harus didasari dengan prinsip mutual respect dan mutual recognition antara negara konsumen dengan negara produsen komoditas hasil pertanian dan kehutanan,” tutur Musdhalifah.

Lord Zac Goldsmith, Minister for Pacific and the Environment sebagai Co-chair dari pihak Inggris menyambut positif dengan pesan yang disampaikan oleh Musdhalifah tersebut. Goldsmith memandang Indonesia telah menunjukkan komitmen tinggi dalam penanggulangan perubahan iklim dan mengharapkan kelanjutan kerjasama di masa yang akan datang.

Dari 30 negara yang berpartisipasi dalam FACT Dialogue, 25 negara diantaranya telah mendukung joint-principles for collaborative action yang bersifat tidak mengikat. Dialog ini juga telah menyepakati roadmap FACT Dialogue yang diharapkan dapat diimplementasikan menjadi aksi nyata dalam perdagangan komoditas pertanian dan kehutanan.

Terdapat empat area kunci yang dibahas oleh masing-masing working groups, antara lain trade and market development, smallholder support, traceability and transparency, dan research, development and innovation. (d2/map/fsr)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh