Sumber ekon.go.id

Atasi Isu Perubahan Iklim, Indonesia dan Belanda Perkuat Kerja Sama Tingkatkan Kapasitas Petani Rakyat Kelapa Sawit

09 Nov 2021 17:45

Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Belanda melakukan kerja sama pada sektor pertanian, khususnya kelapa sawit, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para pekebun rakyat kelapa sawit dengan melakukan adaptasi dan mitigasi yang diakibatkan oleh perubahan iklim. Sebagai wujud kerja sama tersebut, telah dilakukan penandatanganan kasus Memorandum of Understanding (MoU) on Sustainable Palm Oil Production Cooperation di New York, Amerika Serikat, pada 26 September 2019 lalu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud menyampaikan bahwa MoU tersebut telah ditindaklanjuti oleh kedua negara dengan technical arrangement dan pembentukan Bilateral Economic Commission sebagai wadah dialog bagi kedua negara. Hal tersebut disampaikan dalam kesempatan sesi talk show bertajuk National Initiatives for Sustainable and Climate Smart Oil Palm Smallholders (NI-SCOPS) yang diselenggarakan oleh Paviliun Benelux (Belgium, the Netherlands, and Luxembourg) dalam rangkaian kegiatan UN Climate Change Conference of the Parties (COP26) United Nations Framework on Climate Change Conference (UNFCCC) di Glasgow, Skotlandia, (2/11).

“Platform dialog antar kedua negara ini dapat membuktikan kepada dunia internasional bahwa kerja sama antara negara konsumen dan negara produsen kelapa sawit dapat terjalin dengan baik. Kerja sama ini terjalin untuk mendukung pembangunan ekonomi di daerah pedesaan dengan sasaran para pekebun rakyat dan masyarakat di sekitar kebun kelapa sawit dengan cara menjamin peningkatan keberlanjutan komoditas pertanian (termasuk kelapa sawit) serta menjaga ekosistem sumber daya alam kita seperti hutan dan gambut,” ungkap Musdhalifah Machmud.

Ada tiga Key Performance Index dari kegiatan NI-SCOPS yakni peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pekebun rakyat kelapa sawit dengan penerapan diversifikasi usaha, akses pasar, fasilitasi sertifikasi ISPO dan pendampingan untuk meningkatkan hasil panen, kemudian peningkatan kapasitas pekebun rakyat kelapa sawit dalam upaya adaptasi terhadap perubahan iklim, serta peningkatan usaha mitigasi perubahan iklim melalui reforestasi dengan agroforestry dan skema replanting.

“Kegiatan NI-SCOPS dilaksanakan di empat provinsi di Indonesia dengan implementing partners yaitu Indonesia Distribution Hub (IDH) untuk wilayah Aceh dan Sumatera Utara serta Solidaridad untuk wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur,” pungkas Musdhalifah Machmud.

Hadir sebagai pembicara pada sesi talk show tersebut antara lain, Kitty van der Heijden Director General for International Cooperation Ministry of Foreign Affairs Netherlands, Executive Board of the Solidaridad Network Heske Verburg, dan Ketua Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia Rukaiyah Rafik. (dep2/ltg/fsr)


Bagikan di | Cetak | Unduh