Sumber ekon.go.id

Pertemuan HLTF-EI ke-40: Tingkatkan Kolaborasi ASEAN dalam Implementasi 4IR

23 Aug 2021 17:41

Pembahasan isu-isu ekonomi strategis di kawasan seperti pemulihan ekonomi dampak pandemi, perkembangan penyelesaian Priority Economic Deliverable, tindak lanjut atas rekomendasi Mid Term Review (MTR) AEC Blueprint 2025, Fourth Industrial Revolution (4IR), dan ASEAN Post-2025 Vision digelar dalam pertemuan The Fortieth Meeting of The High-Level Task Force on ASEAN Economic Integration (the 40th HLTF-EI) merupakan advisory body bagi ASEAN Economic Minister (AEM) dan ASEAN Economic Community (AEC) Council.

Pemulihan ekonomi di kawasan menjadi sorotan dalam pertemuan ini, dimana masing-masing negara ASEAN melaporkan perkembangan ekonomi selama pandemi Covid-19. Indonesia mendorong komitmen AMS untuk mengendalikan pandemi secara konsisten, menerapkan kebijakan ekonomi yang lebih responsif dan tepat sasaran, serta mendukung penciptaan lapangan kerja dan transformasi ekonomi.

Dipimpin oleh Gabriel Lim, selaku Permanent Secretary Ministry of Trade and Industry, Singapore, the 40th HLTF-EI yang dilaksanakan secara virtual dihadiri oleh seluruh HLTF-EI Leads negara anggota ASEAN (AMS), Rabu (18/08).

“Sebagai salah satu upaya Indonesia dalam memulihkan ekonomi di kawasan, kami mengharapkan partisipasi negara anggota ASEAN pada kegiatan ASEAN Creative Economic Business Forum (ACEBF) pada bulan November 2021 mendatang,” ujar Staf Khusus Menko Perekonomian Bidang Penguatan Kerja Sama Ekonomi Internasional, Rizal Affandi Lukman saat memimpin Delegasi Indonesia  pada pertemuan ini.

ACEBF merupakan inisiatif Indonesia untuk mengarusutamakan dan mengembangkan sektor ekonomi kreatif di ASEAN, khususnya di saat situasi pandemi Covid-19.

Selain mencatat perkembangan penyelesaian Priority Economic Deliverables (PED) Keketuaan Brunei Darussalam tahun 2021, pada pembahasan Mid Term Review (MTR) AEC Blueprint 2025 HLTF-EI mencatat bahwa rekomendasi yang telah disusun perlu dibahas lebih lanjut oleh masing-masing badan sektoral.

Terkait Fourth Industrial Revolution (4IR), Indonesia mendukung dibentuknya Lead Sectoral Bodies untuk menangani isu 4IR secara holistik di ASEAN. “Perlunya kolaborasi ASEAN dalam mengimplementasikan 4IR pada industri farmasi, vaksin, dan alat kesehatan mengingat hal tersebut menjadi kebutuhan utama dalam upaya pemulihan ekonomi di kawasan,” jelas Rizal.

Isu strategis selanjutnya adalah ASEAN’s Community Post-2025 Vision. HLTF-EI Leads mencatat perkembangannya dan mendorong diskusi yang lebih komprehensif dari seluruh pilar untuk visi ASEAN pasca 2025 dengan memperhatikan key issues yang dihadapi ASEAN pasca 2025 seperti digitalization, technology and innovation, climate change and resource scarcity, shift in global economic power, dan demographic shift and urbanization.  

AMS juga menyampaikan dukungan terhadap Chairmanship Indonesia di HLTF-EI tahun 2022-2023. Harapan AMS pada Chairmanship Indonesia mendatang dapat melanjutkan upaya pemulihan ekonomi dan melaksanakan penguatan komitmen pada dunia dalam mencapai visi ASEAN 2025 dan seterusnya. (map/fsr/hls)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh