Sumber ekon.go.id

Dukungan Pengembangan Komoditas Unggulan Hortikultura dan Ekosistem Kemitraan ke Pemerintah Daerah

16 Jun 2021 11:18

Pemerintah berupaya membangun kemandirian dan pemulihan ekonomi daerah. Salah satu upayanya dengan cara mengembangkan komoditas unggulan daerah dalam rangka mengamankan ketersediaan pangan daerah dan stabilisasi harga.

“Pemda perlu menentukan tiga komoditas unggulan daerah dan fokus pada pengembangan komoditas tersebut serta membangun ekosistem kemitraan closed loop hulu hilir pada komoditas hortikultura,” kata Deputi bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud yang diwakili Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Yuli Sri Wilanti.

Sejalan dengah hal tersebut, Pemerintah Pusat menginisiasi program kerjasama antara Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ngada dengan PT Bintang Toedjoe (BT) sebagai off taker jahe merah serta pengembangan kemitraan closed loop hortikultura.

Sementara itu, Bupati Ngada Paru Andreas menyampaikan bahwa kelebihan Kabupaten Ngada ada pada lahan yang sangat subur dan jarang tersentuh pestisida sehingga menghasilkan produksi pertanian yang organik. Kelebihan ini menjadikan beberapa investor mulai melirik wilayah tersebut untuk berinvestasi.

Keseriusan Kabupaten Ngada dalam mengembangkan jahe merah diwujudkan dengan alokasi APBD untuk pengembangan jahe merah seluas 500 hektar dan juga penyediaan lahan 1 hektar khusus untuk pembibitan jahe merah.

“Pemda mendukung proses bisnis hulu hilir jahe merah. Saat ini sudah ditanam jahe merah seluas 8 hektar dan sedang disiapkan penanaman pada luasan 100 hektar,” kata Andreas.

Sari Pramadiyanti selaku Head of Business Development PT BT, mengusulkan kepada Pemda agar membangun industri pengolahan dan alat pengelolaan pasca panen jahe merah agar jahe merah yang nantinya akan dikirim ke PT BT sudah dalam bentuk simplisia. Selain lebih efektif dan efisien, simplisia ini akan menambah daya saing dan lebih kompetitif.

Pada kesempatan yang sama, berlangsung juga penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Ngada dengan PT Manna Indonesia Group (MIG) terkait kerja sama ekspor hasil produksi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Ngada berupa kopi Bajawa untuk diroasting dan diekspor ke Malaysia dan beberapa negara di Timur Tengah.

“Pemerintah mengapresiasi kerjasama yang mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional. Apalagi melalui peningkatan ekspor yang ditujukan untuk meningkatkan ekonomi daerah dan devisa negara,” pungkas Yuli.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga perwakilan Kementerian Desa dan PDTT, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, serta perusahaan swasta sebagai offtaker maupun eksportir. (dep2/ltg/fsr)

 


Bagikan di | Cetak | Unduh