Sumber ekon.go.id

Pemerintah Dorong Inovasi BUMN untuk Tingkatkan Nilai Tambah Produk Industri Dalam Negeri

02 May 2021 17:19

Dalam rangka monitoring dan evaluasi kegiatan riset dan inovasi pada BUMN, Kedeputian Pengembangan Usaha BUMN, Riset dan Inovasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melaksanakan kunjungan kerja untuk meninjau hasil produk riset dan inovasi dari PT Pindad (Persero), pada Jumat (30/4). Pada kesempatan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Riset, dan Inovasi Montty Girianna diwakili oleh Asisten Deputi Utilitas dan Industri Manufaktur Sunandar beserta tim.

“Melalui kunjungan kerja ini, kami ingin melihat kondisi riil fasilitas produksi yang sebelumnya sudah dibahas dalam rapat virtual. Kita harus bangga dan mencintai hasil produksi dalam negeri, sehingga akan menciptakan nilai tambah dan memberi dorongan bagi pelaku usaha,” ujar Sunandar.

Kemenko Perekonomian juga mengapresiasi komitmen dan kontribusi Pindad dalam mendukung industri dalam negeri dengan ikut serta melakukan riset dan inovasi. Hal itu diharapkan bisa mewujudkan kemandirian dan meningkatkan daya saing, khususnya dalam proyek-proyek infrastruktur pemerintah.

“Kami sangat mengapresiasi hasil inovasi produk, khususnya ekskavator. Ini merupakan suatu contoh di mana suatu produk berhasil dihilirisasi dan dikomersialkan. Inovasi Pindad harus tetap dilanjutkan agar menjadi lebih efisien dan harga mampu bersaing. Kami tentu akan mendorong BUMN, terutama BUMN Karya dan K/L terkait untuk memanfaatkan produk ini, karena tata kelola dan akuntabilitas Pindad yang sudah baik,” jelas Sunandar.

Direktur Bisnis Produk Industrial PT Pindad (Persero) Suharyono menuturkan bahwa Pindad (melalui Divisi Alat Berat) menghasilkan produk-produk pendukung industri konstruksi dan pertambangan. Produk dan jasa yang disediakan antara lain produk alat berat, berupa ekskavator dan jasa permesinan.

“Melalui transformasi kompetensi pada produk pertahanan, yaitu sistem hydraulic dan roda rantai, Pindad menciptakan produk alat berat pertama dengan merek Excava 200 yang memiliki kapasitas beban sebesar 20 ton.

“Selanjutnya, kami juga memproduksi beberapa varian lain dari ekskavator tersebut hingga berinovasi melalui Excava Amphibious yang dikenal dengan kemampuannya beroperasi diatas air. Selain itu, inovasi terbaru dari lini Excava yaitu Excava 50 yang tercipta di 2019 menjadi solusi untuk pekerjaan konstruksi ringan,” ucap Suharyono.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas produksi dan produk-produk yang sudah dihasilkan perusahaan, seperti senjata berbagai varian, berbagai ranpur dan rantis dari Medium Tank Harimau, Anoa, Komodo, hingga yang terbaru Maung. Juga berbagai produk industrial seperti ekskavator, alat mesin pertanian, Pertashop, dan Stungta. (dep3/rep/frs/hls)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh