Sumber ekon.go.id

Upaya Pemberdayaan Masyarakat dan Peningkatan Ekonomi Daerah melalui Pengembangan Jahe Merah di Kabupaten Ngada

26 Apr 2021 09:58

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS
HM.4.6/86/SET.M.EKON.3/04/2021

Upaya Pemberdayaan Masyarakat dan Peningkatan Ekonomi Daerah melalui Pengembangan Jahe Merah di Kabupaten Ngada

Ngada, 26 April 2021

Di masa pandemi, pengembangan komoditas unggulan hortikultura, khususnya tanaman obat trennya meningkat sejak pandemi COVID-19. Hal ini didorong oleh kebutuhan masyarakat terhadap produk-produk herbal yang berkhasiat untuk meningkatkan imun tubuh. Salah satu komoditas tanaman obat yang meningkat permintaannya adalah jahe merah.

Deputi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud yang diwakili Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Yuli Sri Wilanti pada hari Kamis, (22/4) melakukan pertemuan dengan para pihak terkait yang bertujuan untuk membahas upaya kerjasama beberapa stakeholders dalam pengembangan jahe merah yang saat ini dikembangkan oleh Kabupaten Ngada.

Kerjasama yang dibangun untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan perekonomian daerah tersebut sesuai dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu bahwa Pemerintah mendorong sektor perekonomian masyarakat di setiap daerah untuk menggenjot perekonomian di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan kerjasama itu, Bupati Ngada Andreas Paru menyatakan bahwa Kabupaten Ngada siap memproduksi jahe merah dengan produktivitas tinggi mencapai 20 ton/hektar. Saat ini telah dikembangkan jahe merah di lahan seluas 8 hektar dan secara bertahap akan diperluas hingga 100 hektar. APBD pun sudah dialokasikan untuk mendukung jahe merah.

Sementara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ingin memastikan bahwa produksi jahe merah ini nantinya dapat terserap pasar. Oleh karenanya, diinisiasi kerjasama kemitraan dengan offtaker jahe merah yaitu PT Bintang Toedjoe.

“Permasalahan utama dalam pengembangan komoditas hortikultura adalah pemasaran hasil. Untuk itu perlu dicarikan solusi melalui kerjasama kemitraan dengan offtaker yang mampu menyerap hasil petani secara berkelanjutan,” kata Yuli Sri Wilanti.

PT Bintang Toedjoe sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang farmasi membutuhkan jahe merah dalam jumlah yang terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2020, kebutuhan jahe merah mencapai 600 ton/tahun dan tahun ini diperkirakan akan semakin meningkat. PT Bintang Toedjoe masih membutuhkan jahe merah dari berbagai daerah, namun tidak semua jahe merah dapat diterima.

Menurut Head of Business Development PT Bintang Toedjoe Sari Pramadiyanti terdapat beberapa kriteria jahe merah yang dipersyaratkan, diantaranya jahe merah ditanam di ketinggian sekitar 300-700 mdpl, produktivitas 1 ton benih menghasilkan panen 10- 12 ton, dan dukungan fasilitas handling pasca panen di sekitar lokasi kebun serta persyaratan lainnya.

Untuk memastikan kualitas jahe merah hasil panen Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada, maka dalam waktu dekat akan dilaksanakan kunjungan ke wilayah tersebut. Agenda ini juga nantinya akan diikuti oleh iGrow yang akan membantu permodalan untuk pengembangan komoditas jahe merah di Kabupaten Ngada.

“Diharapkan melalui sinergi dan kolaborasi beberapa stakeholders ini dapat mendorong pemberdayaan masyarakat petani dan mempercepat upaya pemulihan ekonomi di Kabupaten Ngada,” pungkas Yuli Sri Wilanti.

Sebagai informasi, turut hadir dalam pertemuan ini adalah Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi Samsul Widodo; Chief Operating Officer iGrow Mochamad Zeini Rachmat dan Team Leader Relationship Manager iGrow Saeful Arifin. (dep2/ltg/fsr)

***

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Persidangan
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Haryo Limanseto

Website: www.ekon.go.id
Twitter, Instagram, Facebook, dan Youtube: PerekonomianRI
Email: humas@ekon.go.id


Bagikan di | Cetak | Unduh