KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA
SIARAN PERS
Jalan Baru Kerja Sama Ekonomi Indonesia - Jepang
Jakarta, 7 Maret 2016
Pemerintah Indonesia dan Jepang melalui Kankairen mencari jalan baru untuk menciptakan peluang-peluang kerjasama yang semakin luas. Upaya peningkatkan hubungan kerjasama ekonomi lebih kuat lagi dengan kemitraan strategis di berbagai bidang seperti, di bidang peningkatan sumberdaya manusia, bidang manufaktur, bidang infratruktur, maupun industri pariwisata.
“Kami Kankairen memiliki keinginan yang kuat untuk berkontribusi pada ekonomi Indonesia. Kami ingin tahu bidang industri mana saja yang membutuhkan kerjasama dengan Jepang dan harapan Indonesia terhadap perusahaan Jepang”, kata Ketua Kankeiren Shosuke Mori saat bertemu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta (7/03).
Menanggapi hal tersebut Menko Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan bahwa kedepan untuk meningkatkan pertumbuhan Indonesia yang lebih tinggi lagi, perlu industri yang mampu meningkatkan ekspor dan menciptakan lapangan kerja baru yang labor intensif. Indonesia sedang melakukan berbagai terobosan dan inovasi melalui paket kebijakan ekonomi untuk memperbaiki iklim bisnis dan investasi.
“Pemerintah berupaya betul mencoba mereformasi kebijakan yang akan memberi kemudahan berusaha di Indonesia, sekaligus memberikan kepastian berusaha’ sehingga investor lebih tertarik masuk ke Indonesia”, kata Menko Perekonomian Darmin Nasution.
Beberapa bidang usaha yang dijelaskan oleh Menko Perekonomian antara lain bidang infrastruktur jalan (tol, pembangunan bandar udara, pembangunan pelabuhan, pembangkit listrik, dan sebagainya), bidang kesehatan dan industri farmasi, pengelolaan produk karet, industri perikanan, industri elektronik, industri pariwisata, industri kimia, sampai bahan baku intermediate goods.
Kankeirin berkeinginan untuk dapat berkontribusi dan bekerjasama di bidang-bidang yang disampaikan oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution. Beberapa anggota delegasi yang terdiri dari perusahaan besar di Kansai seperti Kansai Electronic Power Co., Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Itochu,Marubeni, Sharp,Panasonic, Mitsubishi, Hitachi Maxell, Kawasaki, Astra Zeneca, Boehringer Ingelheim dan Bayer akan melanjutkan hasil pertemuan ini, untuk mencari jalan baru kerjasama yang lebih lanjut lagi. (ekon).