Jakarta – Pembahasan nasib pembagunan proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera akhirnya maju selangkah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan sudah ada usulan dari Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto yang berencana akan menyatukan konsorsium BUMN dan pemrakarsa PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS) dalam membuat studi kelayakan JSS.
“Atas usulan itu, saya ingin laporan resmi dulu dari tim 7 setelah itu dibahas dalam rapat koordinasi lalu bisa diputuskan,” ujarnya di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Selasa (8/7/2013).
Lebih lanjut ia mengatakan, usulan pengkombinasian antara BUMN dan pengagas ini diharapkan dapat saling bersinergi sehingga target JSS pada akhir 2014 ground breaking dapat dilaksanakan.
Menurutnya, banyak waktu yang terbuang dalam proses pembagunan JSS ini. Oleh karenanya ia berharap feasibility study (FS) dapat diselesaikan dalam waktu 1 tahun. “Targetnya FS itu selesai di tahun 2013 itu. itu kan setahun FS nya. Di 2014 FS nya harus sudah selesai,” tuturnya.
Proyek jembatan sepanjang 29 KM itu rencananya akan menelan dana sedikitnya Rp 100 triliun. Namun rencana pembagunan jembatan yang menghubungkan Jawa dan Sumatera ini mendapat penolakan dari mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang menolak FS dikerjakan oleh swasta dalam hal ini pemarkarsa JSS.
Karenanya mantan Menkeu Agus Martowardojo mengusulkan revisi Perpres No 86 Tahun 2011 tentang Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda (KSISS). Masalah ini kemudian dibahas di kantor Menko Perekonomian, yang kemudian dibentuk tim 7 sebagai tim inti yang membahas perbaikan rekomendasi terkait persiapan pembangunan JSS.