Sumber ekon.go.id

Jepang Berikan Tawaran Terkait Pembangunan Kereta Cepat

05 Mar 2014 17:07

Jakarta – Pemerintah Indonesia saat ini sedang melakukan kerjasama dengan Pemerintah Jepang dalam proses studi kelayakan (feasibility study) mega proyek jalur kereta api super cepat untuk Jakarta-Surabaya. Dalam megaproyek ini pemerintah memiliki ketertarikan terhadap kereta cepat Shinkansen asal Jepang ini.

Menurut  Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Luky Eko Wuryanto,  dalam megaproyek jalur kerata api super cepat untuk Jakarta-Surabaya ini, pemerintahan Jepang banyak memberikan tawaran-tawaran yang menguntungkan bagi Indonesia. 

"Dari presentasi yang mereka lakukan waktu itu yang punya sistem yang responsif terhadap gempah itu hanya shinkanse teknologi Jepang, yang lain nggak ada,” ujarnya di Kantor Kementerian Perekonomian, Selasa (4/3/2014).

Ia juga mengatakan hanya Jepang Negara yang bersedia melakukan studi kelayakan dengan biaya sendiri. Selain itu, sambung dia, besar pinjaman yang ditawarkan Jepang dalam proses pengembangan jalur kereta api cepat jauh lebih menguntungkan.

“Disis lain yang nemanya load dari Jepang itu bunganya Cuma 0,2 persen, gross periode 10 tahun pengembalian 40 tahun, itu sudah praktis gak ada bunga,” ujarnya

Saat ini Pemerintah Jepang sedang melakukan studi kelayakan tahap awal yakni Jakarta-Bandung. Ia juga mengatakan jika pemerintah Indonesia tidak berkenan untuk menggunakan Shinkansen maka studi kelayakan tahap dua tidak lagi dikerjakan Jepang.

"Kalau pemerintah Indonesia ragu-ragu untuk menggunakan teknologi itu (Jepang), maka studynya hanya tahap satu saja. Tahap dua kita ngak mau komit sama Jepang mau pake yang lain,"jelasnya.

Proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya sepanjang 750 Km diperkirakan akan memakan waktu penyelesaian 4 tahun sampai 5 tahun.

 

Humas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian 
Email: humas.ekon@gmail.com
Twitter: @perekonomianRI
Website: www.ekon.go.id


Bagikan di | Cetak | Unduh