Sumber Foto BPMI Setpres

ADB Siap Bantu Sektor Pendidikan, Akselerasi Investasi, dan Sustanaibility di Indonesia

03 Mar 2020 21:33

Sebagai salah satu lembaga keuangan multilateral, Asian Development Bank (ADB) menyatakan siap untuk terus membantu pembangunan di Indonesia. Tiga sektor yang menjadi perhatian adalah pendidikan, akselerasi investasi, dan sustainability.

“ADB tadi menyatakan akan terus membantu karena Indonesia juga mempunyai kontribusi besar terhadap ADB,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mendampingi Presiden RI dalam pertemuan dengan Presiden ADB di Istana Merdeka, Selasa (3/3).

Selain itu, lanjut Airlangga, ADB juga akan memberikan dukungan untuk mengoptimalkan implementasi RUU Cipta Kerja dan RUU Perpajakan. “Dalam implementasinya nanti, ADB akan memberikan semacam pelatihan, dukungan pendanaan, dan lain-lain,” tuturnya.

Sebagai informasi, RUU Cipta Kerja merupakan upaya pemerintah dalam melakukan reformasi struktural untuk merespons dinamika ekonomi global saat ini. Harapannya, terjadi perubahan struktur ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 5,7%-6,0%.

Transformasi ekonomi pun diharapkan lahir agar Indonesia bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan mencapai Indonesia Maju 2045 sebagai 5 besar ekonomi terkuat di dunia.

Hal yang disasar oleh RUU ini adalah penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi pencari kerja dan kesejahteraan pekerja, peningkatan produktivitas pekerja, serta peningkatan investasi.

Terkait Ibu Kota Negara baru, Pemerintah menjelaskan bahwa 20% pendanannya berasal dari APBN, sisanya dari skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Untuk itu, ADB pun menyatakan siap membantu. “ADB memiliki tim ahli dan bisa membantu dalam melaksanakan tender misalnya,” sambung Airlangga.

Menko Perekonomian pun mengapresiasi, selama ini ADB selalu berkontribusi terhadap pembangunan di Indonesia dan menjadi salah satu lembaga keuangan yang konsisten memberikan dukungan.

“Mereka pun mengapresiasi kita yang sudah berperan di kerja sama ekonomi internasional seperti BIMP-EAGA dan IMT-GT. Selain itu, negara lain juga bisa belajar dari Indonesia dalam hal kebijakan publik, salah satunya akselerasi infrastruktur,” pungkasnya. (idc/iqb)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh