Sumber ekon.go.id

Dialog Publik RUU Cipta Kerja: Menciptakan Lapangan Kerja Melalui Perbaikan Ekosistem Investasi

29 Feb 2020 16:01

Salah satu isu utama yang dimiliki Indonesia adalah masalah pengangguran. Setiap tahun setidaknya ada 2 (dua) juta penambahan angkatan kerja baru yang membutuhkan lapangan pekerjaan untuk menyambung hidup mereka.

Untuk menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya diperlukan bauran instrumen kebijakan pemerintah yang tepat. Hal ini juga merupakan concern dari perguruan tinggi karena lulusannya juga membutuhkan pekerjaan.

“Upaya dan/atau ikhtiar pemerintah untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya untuk seluruh rakyat Indonesia harus mendapatkan dukungan positif,” ujar Rektor Universitas Airlangga Muhammad Nasih, saat membuka Dialog Publik tentang RUU Cipta Kerja di Surabaya, Jumat (28/2).

Salah satu ikhtiar pemerintah yang dimaksud adalah berupa RUU Cipta Kerja. Dan, investasi merupakan salah satu instrumen terbesar untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

Tujuan dari RUU Cipta Kerja adalah membuka peluang usaha untuk pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui kemudahan dan simplikasi perizinan, pemberdayaan UMK-M dan koperasi, serta penciptaan lapangan kerja dan kesejahteraan pekerja yang berkelanjutan.

RUU Cipta Kerja mempunyai sasaran untuk mewujudkan Visi Indonesia 2045 yaitu menjadi 5 (lima) besar kekuatan ekonomi dunia, negara maju dengan ekonomi berkelanjutan, keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap), tingkat kemiskinan mendekati 0%, serta produk domestik bruto (PDB) mencapai US$7 triliun (peringkat ke-4 PDB dunia).

Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Umar Juoro mengatakan, pertumbuhan yang berkualitas dan berkesinambungan hanya dapat tercapai apabila produktivitas tinggi.

"Untuk tumbuh berkualitas juga membutuhkan inovasi dan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Karena itu, peran serta seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan," tegasnya.

Dalam Dialog Publik tersebut, pemerintah juga memperoleh banyak masukan, baik dari para pembicara dan peserta yang hadir di sana. “Harapan kami, pastikan bahwa kita berdialog, berdiskusi untuk mendapatkan masukan. UU Ciptaker ini bukan hanya milik pemerintah, suatu partai, ataupun pengusaha tertentu. Ini adalah kepentingan bersama untuk kemajuan bersama", tutup Umar.

Universitas Airlangga menyelenggarakan Dialog Publik tentang RUU Cipta Kerja di Kampus C Unair Surabaya. Acara ini dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, dan segenap mahasiswanya. Hadir pula dalam acara tersebut Wakil Ketua Umum KADIN Jawa Timur Bidang Investasi, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan di Jawa Timur. (map/iqb)

***


Bagikan di | Cetak | Unduh