Sumber ekon.go.id

Tingkatkan Kerjasama Ekonomi, Menko Perekonomian Kunjungi Iran

26 May 2015 10:14

Tehran, 25 Mei 2015 -  Sebagai salah satu negara besar di Asia Tengah, Iran dapat menjadi mitra kerjasama ekonomi yang potensial bagi Indonesia. Hal ini dikatakan oleh Menko Perekonomian Sofyan Djalil kepada warga dan mahasiswa Indonesia di Tehran pada acara ramah tamah di Wisma Duta KBRI Tehran, di sela kunjungan kerjanya ke Iran, 22-24 Mei 2015.  Di tengah sanksi ekonomi barat selama lebih dari 35 tahun, Iran mampu tumbuh menjadi salah satu kekuatan ekonomi di kawasan Asia Tengah. Potensi ini akan meningkat manakala sanksi ekonomi barat dihapus, dan kita perlu mengantisipasinya salah satunya melalui peningkatan kerjasama ekonomi, perdagangan, dan investasi antar kedua negara. Komoditas perdagangan kedua negara yang kebanyakan bersifat komplementer dan kesamaan kultur sosial masyarakat akan membantu upaya peningkaatan kerjasama tersebut.

Agenda utama Menko Perekonomian ke Iran adalah menghadiri Sidang Komite Bersama (SKB) ke 11 Indonesia – Iran di bidang Kerjasama Ekonomi dan Perdagangan. Kunjungan ini sebagai tindak lanjut pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Iran,  Hassan Rouhani di acara Konferensi Asia Afrika di Bandung, bulan lalu. Pada kunjungan kali ini Menko Perekonomian didampingi Menteri ESDM, para pejabat dari Kementerian terkait, Bank Indonesia, Otoritass Jasa Keuangan, BUMN terkait, serta pengusaha KADIN,  berkesempatan untuk bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi Iran, diantaranya Wakil Presiden Iran; Menteri Perdagangan, Pertambangan, dan Perindustrian; Menteri Energi; Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi; Gubernur Bank Sentral Iran; serta para pengusaha yang terhimpun dalam Kamar Dagang, Industri, Perdagangan, dan Agrikultur Iran

Ada 3 (tiga) bidang prioritas yang dibawa Menko Perekonomian pada kunjungannya ke Iran yaitu (i) Perdagangan, Investasi, dan Industri; (ii) Perbankan dan Keuangan; dan (iii) Energi. Dibahas pula kerjasama lainnya yang meliputi kerjasama di bidang pertanian, infrastruktur, transportasi udara, penelitian dan teknologi, pendidikan, serta kerjasama antar kamar dagang kedua negara.

Selain agenda tersebut, Menko Perekonomian juga berkesempatan berkunjung ke Universitas Imam Khomeini di Kota Qom untuk berdiskusi dengan para mahasiswa Indonesia yang belajar disana. Sofyan Djalil berpesan kepada para mahasiswa untuk terus menjaga semangat belajar, karena kesempatan belajar diluar negeri, apalagi mendapat beasiswa adalah kesempatan berharga. Proses pendidikan akan membuat seseorang berpikiran terbuka, melihat perbedaan sebagai sesuatu keniscayaan yang bisa diterima, sebagaimana semboyan Bhinneka  Tunggal Ika dan semangat toleransi di masyarakat kita.

Menko Perekonomian beserta delegasi juga mengunjugi Pardis Silicon Valley, berjarak 30 menit perjalanan dari Tehran. Tempat ini merupakan sebuah cluster tempat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari berbagai disiplin ilmu. Dibuka pada tahun 2012, hingga kini telah menghasilkan sejumlah paten dan teknologi teregistasi, yang sebagian besar sudah digunakan secara komersial.  Diskusi dan tanya jawab antara Menko Sofyan dan pihak pengelola menunjukkan ia cukup terkesan dengan konsep yang ditawarkan serta manfaat yang dihasilkan oleh tempat ini.

Di hari terakhir kunjungannya, Menko Perekonomian bersama dengan Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran selaku Signing Ministers menutup SKB, dengan sejumlah kesepakatan di berbagai bidang, yang telah dibahas oleh delegasi kedua negara selama masa sidang. Rincian kesepakatan dapat dilihat pada bagian Siaran Pers di laman Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian  (www.ekon.go.id)


Bagikan di | Cetak | Unduh