Publikasi Berita

Berita

15 Nov 2013 09:48

Menko Perekonomian Paparkan Upaya Peningkatan Daya Saing di Lemhannas

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa pada Kamis, 14 November 2013 memaparkan upaya peningkatkan daya saing bangsa untuk menghadapi masyarakat ASEAN atau ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015 di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).


13 Nov 2013 18:32

Infrastruktur Penting untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa

JAKARTA- Dalam beberapa beberapa kali kesempatan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan bahwa infrastruktur sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing bangsa. Hal ini juga yang disampaikan beliau dalam acara Indonesia Infrastruktur Conference And Exhibition di Jakarta Covention Center (JCC), Rabu 13 November 2013.


13 Nov 2013 17:15

Menko Perekonomian Pantau Pembangunan Pasar Tradisional Rejowinangun

Magelang - Usai melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren As Saamianiy di Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Radjasa melanjutkan kunjungannya ke Pasar Tradisional  Rejowinangun, Magelang, Jawa Tengah.


13 Nov 2013 16:34

Hadapi AEC, Pemerintah Dorong Penciptaan Tenaga Kerja Berkualitas

Surabaya - Jelang diberlakukannya ASEAN Economic Community (AEC) 2015, Pemerintah mendorong lahirnya tenaga kerja berkualitas. Hal ini agar tidak kalah berkompetisi degan tenaga kerja dari negara-negara ASEAN lainnya.


13 Nov 2013 08:36

Menko Perekonomian Nilai Merpati Masih Bisa Diselamatkan

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) masih bisa diselamatkan. Meskipun utang yang membelit Merpati mencapai Rp6,5 triliun.


29 Oct 2013 15:58

2014 Kelompok Besar Pengguna Listrik Tak Dapat Subsidi

Jakarta - Pemerintah menetapkan tahun 2014 empat kelompok besar pengguna listrik yakni golongan rumah tangga besar (R3) dengan daya 6.600 volt ampere (VA), golfs bisnis menengah (B2) dengan daya 6.600 VA hingga 200 kVA, golongan bisnis besar (B3) dengan daya di atas 200 KVA, dan golongan kantor pemerintah sedang (P1) dengan daya 6.600 VA hingga 200 kVA, tidak akan mendapatkan subsidi logistik dari pemerintah.