Pemerintah terus memperkuat peran Kredit Program sebagai instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan produktivitas sektor-sektor prioritas nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri Republik Belarus Viktor Karankevich, di Jakarta, Selasa (30/6). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat tindak lanjut hasil Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus serta mempersiapkan implementasi berbagai kesepakatan strategis kedua negara.
Indonesia dan Belarus terus berupaya memperkuat hubungan ekonomi bilateral melalui penyelenggaraan Indonesia–Belarus Business Forum and Business Matching di Hotel Aryaduta Jakarta, Selasa (30/6). Forum yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersama Belarusian Chamber of Commerce and Industry (BelCCI) tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku usaha kedua negara, memperluas jejaring bisnis, serta mendorong peningkatan perdagangan, investasi, dan kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan.
Penguatan kerja sama bilateral menjadi salah satu prioritas Pemerintah dalam memperluas kemitraan strategis yang saling menguntungkan dengan berbagai negara. Dalam kerangka kemitraan bilateral tersebut, Rusia merupakan salah satu mitra strategis Indonesia yang telah menjalin hubungan diplomatik selama 76 tahun. Kedua negara tersebut telah membangun kemitraan yang kuat dan komprehensif di berbagai bidang, termasuk dialog politik, kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi, energi, pertahanan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga kebudayaan.
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia melalui kontribusinya dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Untuk memperkuat peran tersebut, Pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terus menghadirkan kemudahan berusaha, memperluas akses pembiayaan, termasuk melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta mendorong transformasi digital agar UMKM semakin berdaya saing dan mampu naik kelas.
Pemerintah terus menjaga stabilitas dan ketahanan perekonomian nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Berbagai indikator makroekonomi menunjukkan kinerja yang tetap kuat dan berada pada jalur yang positif. Indonesia juga berhasil menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, dimana pada triwulan I Tahun 2026, ekonomi tumbuh sebesar 5,61% (yoy), melampaui berbagai proyeksi lembaga internasional dan tetap berada di atas rata-rata pertumbuhan negara-negara ASEAN.