Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, penguatan kepercayaan investor menjadi salah satu kunci untuk menjaga momentum investasi dan ekspansi usaha di Indonesia. Dengan fundamental ekonomi yang tetap kuat dan pasar modal yang terus berkembang, Pemerintah mendorong penguatan kualitas serta kedalaman pasar modal agar semakin mampu mendukung kebutuhan pembiayaan jangka panjang dunia usaha dan perekonomian nasional.
Ekonomi global diproyeksikan membaik pada 2027, namun berbagai risiko geopolitik, energi, perdagangan, inflasi, dan volatilitas pasar keuangan masih membayangi. Di tengah ketidakpastian tersebut, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45% (c-to-c), dengan inflasi Juli 2026 terkendali sebesar 2,28%, Indeks Keyakinan Konsumen berada di level optimis 116,8, PMI Manufaktur kembali ekspansif pada level 50,2, serta cadangan devisa mencapai USD145,3 miliar.
Mengarungi era yang diwarnai berbagai tantangan dan peluang, mulai dari ketidakpastian geopolitik, transformasi digital, dinamika perdagangan global, hingga perubahan pasar kerja, Pemerintah terus berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi negara maju dan berpendapatan tinggi, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan daya saing nasional dan memastikan Indonesia mampu memanfaatkan berbagai peluang di tengah perubahan global.
Pemerintah terus mendorong penguatan pasar modal sebagai bagian penting dalam menjaga kepercayaan investor sekaligus memperkuat pendalaman sektor keuangan nasional. Peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat peran pasar modal dalam mendukung pembiayaan ekonomi dan meningkatkan daya saing sektor keuangan nasional.
Indonesia dan Tiongkok kembali memperkuat kemitraan ekonomi melalui penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam rangka pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura. Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam memperluas kerja sama investasi kedua negara, serta membuka jalan bagi pengembangan kawasan industri modern di Kabupaten Bangkalan, Madura yang diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,29% (y-on-y) pada Triwulan II-2026. Dengan capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi Semester I-2026 mencapai 5,45% (c-to-c), menjadi capaian semester pertama tertinggi dalam lima tahun terakhir, sekaligus menandai 5 Triwulan berturut-turut ekonomi Indonesia tumbuh di atas 5%.