Setelah adanya putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) yang membatalkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) atau Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional 1977, United States Trade Representative (USTR) menerbitkan sejumlah penyelidikan berdasarkan Pasal 301 sebagai proses lanjutan dalam melakukan kerja sama perdagangan dengan negara lain termasuk Indonesia.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat memanasnya konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, Pemerintah terus memantau berbagai potensi dampak terhadap perekonomian nasional. Sejumlah indikator menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik, didukung oleh permintaan domestik yang kuat, stabilitas sektor eksternal, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang solid.
Sektor pariwisata telah membuktikan perannya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang tangguh dan menyumbang Rp945,7 triliun atau setara dengan 3,97% dari total PDB Indonesia di tahun 2025. Keberhasilan ini didorong oleh lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 15,39 juta orang atau tumbuh sebesar 10,7% (yoy). Secara makro, sektor ini telah mengamankan devisa negara sebesar USD18,91 miliar dan menjadi tumpuan hidup bagi 25,91 juta tenaga kerja.
Pemerintah menegaskan bahwa kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat tetap menjadi pegangan utama dalam hubungan perdagangan kedua negara. Penegasan tersebut disampaikan Pemerintah merespons perkembangan proses investigasi perdagangan yang tengah berlangsung di Amerika Serikat sebagai bagian dari mekanisme administrasi hukum di negara tersebut.
Bulan suci Ramadan menjadi momentum yang penuh makna untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat silaturahmi. Dalam semangat tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyelenggarakan kegiatan Iftar Ramadan 1447 H yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim.
Pemerintah Indonesia melalui Kemenko Perekonomian bekerja sama dengan Asian Oceanian Computing Industry Organization (ASOCIO) akan menyelenggarakan ASOCIO Digital AI Summit 2026 pada 29-31 Juli 2026 di Jakarta. Acara ini akan menjadi wadah utama bagi instansi pemerintahan, pelaku industri teknologi, akademisi, dan inovator untuk memperkuat kolaborasi regional dalam perkembangan kecerdasan buatan dan ekonomi digital di kawasan Asia dan Oseania.