Hingga akhir November 2017, capaian pemerintah dalam pembangunan infrastruktur yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) meliputi: sebanyak 4 proyek telah selesai, 147 proyek dalam tahap konstruksi, 9 proyek dalam tahap transaksi, dan 87 proyek dalam tahap penyiapan.
Pemerintah terus mendorong kemudahan berusaha di tanah air. Hal ini terwujud dengan penetapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha pada September lalu. Staf Khusus Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edy Putra Irawady menyatakan Perpres ini merupakan ‘eksekusi’ dari deretan Paket Kebijakan Ekonomi yang telah diterbitkan pemerintah.
Sampai dengan 30 November 2017, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 91,3 Triliun. Artinya, dari target Rp 106,6 Triliun pada tahun 2017, berhasil tersalur sebesar 85,6%. Kredit yang disalurkan melalui KUR ini tergolong lancar karena Non Performing Loan (NPL)-nya relatif rendah, sebesar 0,21%.
Penerapan konsep Pertumbuhan Ekonomi Hijau (green growth) diharapkan mampu mendorong Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk menjadi aset sekaligus akses masyarakat dalam meningkatkan produktivitas, daya saing sosial ekonomi, dan membangun wilayah (ruang hidup) baru.
Pertemuan Tingkat Menteri Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Filipina East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) dan Pertemuan Terkait ke-21 kembali digelar di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Kegiatan yang dilangsungkan selama empat hari, mulai 30 November - 3 Desember 2017 ini membahas berbagai kerjasama subregional antar negara peserta.
Pemerintah terus berupaya menggiatkan Program Peremajaan Perkebunan Karet Rakyat. Guna merealisasikannya, pemerintah akan melakukan kolaborasi dengan asosiasi pengusaha karet dalam upaya meningkatkan produktivitas perkebunan karet rakyat yang ada.