Sektor logistik memegang peranan penting dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, penguatan sistem logistik yang efisien, terintegrasi, dan adaptif menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.
Di tengah berbagai tantangan dan pertumbuhan ekonomi global dimana menurut IMF, OECD, dan Bank Dunia, pertumbuhan global sekitar 2,6% hingga 3,3%, Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat, sebesar 5,11% pada tahun 2025, menjadi salah satu yang tertinggi di antara negara anggota G20. Ketahanan Indonesia ditopang oleh ekonomi domestik yang kuat, dengan didukung sektor konsumsi, investasi, dan belanja Pemerintah, serta diperkuat oleh stabilitas sektor eksternal, kebijakan yang disiplin, dan koordinasi kelembagaan yang erat.
Struktur perdagangan Indonesia menawarkan potensi kuat untuk memperluas transaksi mata uang lokal, karena sebagian besar mitra dagang utama Indonesia merupakan negara-negara dengan ekonomi non-dolar. Hal ini tercermin dari surplus perdagangan yang konsisten mencapai sekitar USD1,27 miliar pada Februari 2026, terutama didorong ekspor non-minyak dan gas seperti batubara, minyak sawit, serta besi dan baja. Saat ini, partisipasi BUMN mencapai sekitar 10%-19% dari Local Currency Transaction (LCT).
Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan terus menjadi fokus Pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan kepastian hukum. Dalam konteks tersebut, diperlukan sinergi yang kuat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk memastikan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan secara legal, aman, dan memberikan nilai tambah bagi daerah.
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian RI Edi Prio Pambudi bersama dengan Deputi Menteri Pembangunan Ekonomi Federasi Rusia, Vladimir Illichev telah menandatangani Protokol Pertemuan ke-7 Working Group on Trade, Investment, and Industry (WGTII) RI-Rusia pada Kamis (9/04), yang menjadi capaian penting dalam upaya memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi strategis antara kedua negara.
Dalam rangka memperkuat kerja sama ekonomi bilateral di tengah dinamika perdagangan global, Indonesia dan Rusia menyelenggarakan Expert Dialogue on “Global Trade Challenges and Strategic Cooperation” yang mempertemukan para pemangku kepentingan dari kalangan pemerintah dan pelaku usaha pada Kamis (9/04).