Kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) diproyeksikan menjadi salah satu teknologi yang akan menentukan arah pertumbuhan ekonomi dan daya saing global pada masa depan. Menyikapi perkembangan tersebut, Indonesia memperkuat peran dalam tata kelola AI global dengan menjadi Anggota Pendiri Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Artifisial Dunia (World Artificial Intelligence Cooperation Organization/WAICO). Keikutsertaan Indonesia dalam pendirian organisasi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada 13 Juli 2026 lalu, agar Indonesia berpartisipasi dalam Deklarasi Pendirian WAICO. Penandatanganan deklarasi tersebut dilaksanakan dalam rangkaian World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok.
Pemerintah Indonesia menegaskan kesiapan untuk berkolaborasi dalam membangun ekosistem kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence atau AI) global yang terbuka, inklusif, dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dunia. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat berdialog dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping dalam rangkaian acara Opening Ceremony World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok.
Pemerintah Indonesia telah secara resmi menandatangani dokumen pendirian World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), yang dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, bersamaan dengan rangkaian acara Konferensi WAIC 2026 di Shanghai Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Keikutsertaan Indonesia dalam deklarasi organisasi ini merupakan wujud komitmen dalam memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial.
Pemerintah Indonesia secara resmi menandatangani dokumen pendirian Organisasi Kerjasama Kecerdasan Artifisial Global (World Artificial Intelligence Cooperation Organization atau WAICO). Penanda tanganan dokumen pendirian WAICO ini, dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, atas arahan dan petunjuk langsung yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang disampaikan dalam Rapat Terbatas pada tanggal 13 Juli yang lalu.
Pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem bulion nasional sebagai upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya emas Indonesia, sekaligus memperkuat sektor jasa keuangan berbasis emas. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan rantai nilai emas secara menyeluruh, mulai dari sisi hulu hingga pemanfaatannya dalam berbagai layanan dan instrumen keuangan.
Guna mendorong percepatan transformasi digital dan mendukung penguatan ekosistem industri nasional, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto memimpin delegasi Indonesia dalam kunjungan kerja ke Shanghai, Tiongkok, pada 16 hingga 19 Juli 2026. Agenda utama kunjungan kerja strategis ini adalah penandatanganan perjanjian pendirian World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).