Industri kelapa sawit memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional. Di tahun 2025, industri ini telah berkontribusi sekitar 3,5% terhadap PDB nasional. Berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), nilai ekspor produk kelapa sawit di tahun 2025 sebesar USD30,87 miliar dengan volume ekspor 38,84 juta ton atau meningkat 11,05% dibandingkan tahun sebelumnya. Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem riset dan inovasi sebagai fondasi pengembangan industri kelapa sawit yang berkelanjutan, bernilai tambah, dan berdaya saing.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat transformasi digital nasional sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi masa depan, Pemerintah terus memperkuat pembangunan infrastruktur digital yang didukung oleh konektivitas andal, pasokan energi yang berkelanjutan, serta kepastian berusaha yang transparan dan dapat diprediksi. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi digital Indonesia yang berdaya saing global, sekaligus mendukung pengembangan kecerdasan artifisial (AI), pusat data, dan layanan digital generasi berikutnya.
Di sela acara kegiatan deklarasi pendirian Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Artifisial Dunia (World Artificial Intelligence Cooperation Organization/ WAICO) di Shanghai, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan benchmarking dan serangkaian pertemuan dengan beberapa perusahaan teknologi terkemuka di tengah acara pameran World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, Tiongkok.
Pada acara dalam High-Level Meeting of WAICO Founding State, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) global. Hal tersebut disampaikan Menko Airlangga dalam rangkaian acara World Artificial Intelligence Conference atau WAIC 2026 di Shanghai, Tiongkok, Sabtu (18/07).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, melakukan pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Yi, di Shanghai (18/07). Pertemuan ini merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian kunjungan kerja penandatanganan deklarasi pendirian Organisasi Kerjasama Kecerdasan Artifisial Dunia (World Artificial Intelligence Cooperation Organization/WAICO), sekaligus langkah konkret memperdalam Kemitraan Strategis Indonesia Tiongkok di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Presiden Xi Jinping.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok Wang Wentao di Beijing, Jumat (17/07), guna membahas penguatan kemitraan ekonomi strategis Indonesia–RRT, terutama di bidang perdagangan, investasi, pengembangan kawasan ekonomi, ekonomi digital, energi terbarukan, serta kerja sama ekonomi regional.