Di tengah dinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian, Pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama ekonomi dengan berbagai mitra strategis guna memperluas akses pasar, meningkatkan investasi, dan memperkokoh rantai pasok global. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui percepatan implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang kini memasuki tahapan penting setelah Komisi Eropa mengajukan usulan penandatanganan dan pengesahan (conclusion) IEU-CEPA beserta Investment Protection Agreement (IPA) kepada Dewan Uni Eropa (Council of the European Union).
Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok terus memperkuat implementasi kerja sama “Two Countries, Twin Parks” (TCTP) sebagai salah satu instrumen strategis penguatan investasi, perdagangan, dan pengembangan kawasan industri kedua negara. Dalam hal ini telah diselenggarakan Tripartite High-Level Meeting yang dilaksanakan bersama oleh kedua negara.
Pemerintah terus memperkuat peran Kredit Program sebagai instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan produktivitas sektor-sektor prioritas nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri Republik Belarus Viktor Karankevich, di Jakarta, Selasa (30/6). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat tindak lanjut hasil Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus serta mempersiapkan implementasi berbagai kesepakatan strategis kedua negara.
Indonesia dan Belarus terus berupaya memperkuat hubungan ekonomi bilateral melalui penyelenggaraan Indonesia–Belarus Business Forum and Business Matching di Hotel Aryaduta Jakarta, Selasa (30/6). Forum yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersama Belarusian Chamber of Commerce and Industry (BelCCI) tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku usaha kedua negara, memperluas jejaring bisnis, serta mendorong peningkatan perdagangan, investasi, dan kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan.
Penguatan kerja sama bilateral menjadi salah satu prioritas Pemerintah dalam memperluas kemitraan strategis yang saling menguntungkan dengan berbagai negara. Dalam kerangka kemitraan bilateral tersebut, Rusia merupakan salah satu mitra strategis Indonesia yang telah menjalin hubungan diplomatik selama 76 tahun. Kedua negara tersebut telah membangun kemitraan yang kuat dan komprehensif di berbagai bidang, termasuk dialog politik, kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi, energi, pertahanan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga kebudayaan.