Perekonomian Indonesia tetap tangguh dengan pertumbuhan di kisaran 5% di tengah tantangan global. Pertumbuhan ini didukung konsumsi domestik, ekspor, dan investasi yang terus meningkat. Untuk menjaga momentum ini, Pemerintah memperkuat kebijakan adaptif melalui reformasi tata kelola regulasi dengan penerapan Regulatory Impact Assessment (RIA) sebagai bagian dari Good Regulatory Practices (GRP). Langkah ini bertujuan memastikan setiap regulasi disusun secara efisien, berbasis bukti, dan berdampak positif bagi perekonomian, masyarakat, serta lingkungan.
Sektor emas menjadi salah satu industri yang memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, baik sebagai sumber devisa maupun instrumen keuangan. Dengan potensi besar yang dimiliki Indonesia, baik dari sisi sumber daya alam maupun permintaan pasar domestik, penguatan hubungan antara sektor hulu dan hilir diharapkan dapat menghasilkan nilai tambah yang optimal bagi perekonomian nasional.
Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan dan optimisme dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,04% (yoy) pada Triwulan III-2025, yang ditopang oleh sektor industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan ekonomi nasional, di mana sektor logistik memiliki peran penting dalam menjaga momentum pertumbuhan.
Pemerintah terus mendorong transformasi ekonomi digital sebagai salah satu motor utama pertumbuhan nasional. Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas startup menjadi kunci dalam memperkuat daya saing ekonomi serta mendorong lahirnya inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk memperkuat sektor ritel nasional sebagai salah satu pilar penting perekonomian yang menopang stabilitas konsumsi dan distribusi barang dalam negeri. Peran strategis sektor ini tidak hanya menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan, tetapi juga menjadi penghubung antara produsen, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendukung produktivitas serta pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan dari Ketua Dewan Maritim Federasi Rusia sekaligus Penasehat Presiden Federasi Rusia Nikolai Patrushev di Jakarta, Jumat (7/11). Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis antara Indonesia dan Federasi Rusia, khususnya dalam bidang ekonomi, maritim, logistik, dan pengembangan konektivitas.