Pemerintah terus memperkuat langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Dalam rangka mengakselerasi pelaksanaan program prioritas Pemerintah, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (Satgas P3-MPPE) yang terdiri dari lima Kelompok Kerja (Pokja). Salah satunya yaitu Pokja IV Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Hubungan Internasional yang dibentuk untuk mengoptimalkan diplomasi ekonomi guna memperluas akses pasar, memperkuat kerja sama ekonomi internasional, serta meningkatkan investasi nasional.
Dinamika geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah terus menjadi perhatian berbagai negara karena berpotensi memengaruhi harga energi, rantai pasok global, hingga arus investasi. Meski demikian, Pemerintah menilai berbagai perkembangan tersebut juga membuka peluang bagi terciptanya stabilitas ekonomi global apabila penyelesaian perdamaian dapat segera terwujud.
Perekonomian global masih menghadapi dinamika dan ketidakpastian yang cukup tinggi. Meskipun konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, dampak yang ditimbulkan masih memengaruhi kondisi ekonomi dan pasar global. Dalam menghadapi situasi tersebut, Pemerintah terus mengambil langkah-langkah proaktif dan antisipatif guna memitigasi berbagai risiko eksternal yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional. Upaya ini dilakukan guna menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Menghadapi dinamika perekonomian global dan tantangan pembangunan nasional yang semakin kompleks, diperlukan koordinasi kebijakan yang efektif guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Dalam mewujudkan upaya tersebut, Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan program prioritas nasional melalui dukungan anggaran yang memadai bagi Kementerian dan Lembaga.
Lembaga penyedia indeks global MSCI Inc. menempatkan Indonesia tetap dalam kategori pasar negara berkembang (emerging market) dalam laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review yang dirilis pada 18 Juni 2026 waktu setempat. Dalam laporan tersebut, terdapat satu penyesuaian penilaian bagi Indonesia, yakni pada kriteria Information Flow (arus informasi) dari semula “+” menjadi “−”. Pemerintah memandang catatan ini sebagai penegasan atas arah agenda reformasi pasar modal yang telah dan sedang berjalan.
Indonesia kembali bersiap menyelenggarakan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 di Mandalika International Circuit, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Memasuki tahun kelima penyelenggaraan sejak pertama kali digelar pada 2022, ajang balap motor kelas dunia tersebut terus berkembang menjadi salah satu agenda sport tourism terbesar di Indonesia yang memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan pengembangan kawasan.