Pemerintah terus memperkuat peran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah. Sejumlah daerah yang memiliki KEK dengan pengelolaan yang baik menunjukkan kinerja ekonomi bertumbuh signifikan, di antaranya Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal yang mampu mencatat pertumbuhan ekonomi di kisaran 8%-9%, jauh di atas rata-rata pertumbuhan provinsi maupun nasional.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Sekretariat Tim Nasional OECD bersama Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia menyelenggarakan Guest Lecture bertema Progress and Benefits of Indonesia’s Accession to the OECD bertempat di Auditorium MM FEB UI, Salemba pada Jumat (12/12).
Pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi menuju transformasi ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. Keterlibatan aktif dunia akademik, pelaku industri, dan pembuat kebijakan menjadi kunci dalam memastikan arah pembangunan nasional dapat menjawab tantangan global yang semakin kompleks.
Gejolak ekonomi global yang muncul sepanjang tahun 2025, termasuk dampak resiprokal tarif, memberikan tantangan besar bagi perekonomian nasional. Meski demikian, stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga melalui rangkaian kebijakan yang responsif dan kolaboratif. Pemerintah terus memastikan bahwa aktivitas usaha, konsumsi masyarakat, dan iklim investasi tetap menguat sehingga tekanan global tidak menghambat ruang gerak perekonomian domestik.
Perekonomian Indonesia pada tahun 2025 masih menunjukkan ketahanan yang solid di tengah dinamika ekonomi global. Pertumbuhan PDB Q3-2025 tercatat sebesar 5,04% (yoy), konsisten dengan capaian pada triwulan sebelumnya dan sejalan dengan target pertumbuhan tahunan 5,2%. Konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong utama ekonomi dengan kenaikan 4,89% (yoy), sementara Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) meningkat 5,04% (yoy), mencerminkan naiknya aktivitas investasi. Selain itu, sektor manufaktur tetap berada pada zona ekspansi, tercermin dari PMI Manufaktur yang mencapai 53,3 pada November 2025, menandakan pemulihan industri yang terus berlanjut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mempertegas komitmen Indonesia dalam proses keanggotaan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) melalui penguatan kolaborasi antar Kementerian/Lembaga. Menko Airlangga, selaku Ketua Pelaksana Tim Nasional OECD, memimpin rapat koordinasi lintas kementerian dengan agenda utama “Diskusi dengan Deputy Secretary General OECD tentang Perkembangan Proses Aksesi Inndonesia ke OECD” di Jakarta, Kamis (11/12).