Pemerintah terus memperkuat peran sektor keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Hingga posisi 31 Maret 2026, kinerja intermediasi perbankan nasional tetap kuat dan stabil, dengan pertumbuhan kredit nasional mencapai 10,42 persen (yoy). Peningkatan baki debet kredit dan jumlah penerima kredit mencerminkan bahwa fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan optimal dalam mendukung aktivitas ekonomi dan memperluas akses pembiayaan kepada masyarakat.
Pemerintah terus memperkuat agenda hilirisasi industri sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional guna meningkatkan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong daya saing industri dalam negeri di tengah dinamika perekonomian global yang penuh tantangan.
Ketidakpastian global yang meningkat akibat tensi geopolitik dan gangguan rantai pasok terus menjadi tantangan bagi perekonomian dunia. Dalam kondisi tersebut, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat, ditopang oleh konsumsi domestik serta peran strategis kelas menengah sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi nasional.
Di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian memanas, Pemerintah Indonesia bersama Jepang dan negara-negara mitra Asia Zero Emission Community (AZEC) mengambil langkah proaktif dengan menggelar AZEC Plus Online Summit Meeting pada Rabu (15/04). Pertemuan daring yang dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Jepang, Takaichi Sanae, ini menjadi sangat strategis karena melibatkan cakupan yang lebih luas. Selain negara mitra inti, Jepang turut mengundang Bangladesh, Timor-Leste, India, Korea Selatan, dan Sri Lanka, serta lembaga internasional seperti International Energy Agency (IEA) dan Asian Development Bank (ADB).
Memasuki triwulan II tahun 2026, perekonomian Indonesia berada dalam posisi yang kuat. Kombinasi inflasi yang terkendali, surplus perdagangan yang telah berlangsung selama 70 bulan berturut-turut, serta tingginya kepercayaan konsumen menciptakan fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, sektor keuangan tetap menunjukkan kinerja yang solid, tercermin dari pertumbuhan simpanan perbankan serta ekspansi kredit yang berlangsung stabil.
Seiring meningkatnya tensi geopolitik global serta dampak konflik di kawasan Timur Tengah terhadap stabilitas perekonomian dunia saat ini, dua pengakuan internasional yang dirilis dalam rentang kurang dari sepekan menegaskan pandangan pelaku pasar global dan lembaga multilateral terhadap ketangguhan ekonomi Indonesia.