[Siaran Pers] - Outlook Perekonomian: Pemerintah Rangkul Akademisi dan Pemda Beri Masukan Guna Tingkatkan Investasi dan Ekspor
Selasa, 13 Agustus 2019 - 13:38
[Siaran Pers] - Outlook Perekonomian: Pemerintah Rangkul Akademisi dan Pemda Beri Masukan Guna Tingkatkan Investasi dan Ekspor
Sumber gambar : ekon.go.id
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA
 
SIARAN PERS
No. HM.4.6/99/SET.M.EKON.2.3/08/2019
 
Outlook Perekonomian: Pemerintah Rangkul Akademisi dan Pemda Beri Masukan Guna Tingkatkan Investasi dan Ekspor
 
Semarang, 13 Agustus 2019
 
Pemerintah telah menetapkan upaya peningkatan ekspor dan investasi sebagai prioritas kebijakan di bidang perekonomian tahun 2019. Untuk itu, keterlibatan Akademisi dan Pemerintah Daerah dalam proses formulasi kebijakan akan makin diperkuat. Hal ini ditegaskan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono saat memberi pidato kunci dalam acara Diseminasi Outlook dan Kebijakan Perekonomian di Semarang, Selasa (13/8).
 
"Kita akan terbuka kepada Bapak Ibu, bagaimana gambaran suatu kebijakan ekonomi diambil. Sebagai dapur dari semua kebijakan ekonomi yang strategis, Kemenko Perekonomian juga mengoordinasikan kebijakan yang sifatnya lintas kementerian dan berdampak luas terhadap masyarakat", tegas Susiwijono kepada para akademisi yang hadir.
 
Ia melanjutkan, ada dua peran akademisi yang sangat dibutuhkan pemerintah. Pertama, bagaimana para akademisi dapat membantu menyampaikan kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah secara utuh dan lengkap sehingga tidak menimbulkan distorsi informasi dan kegaduhan yang tidak perlu di masyarakat.
 
"Yang tak kalah penting, Bapak Ibu juga dapat memberi masukan dan umpan balik terhadap kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah. Akademisi dapat berperan menyeimbangkan berbagai aspek dan kepentingan yang sering bertentangan. Dengan demikian engagement dan ownership Bapak Ibu terhadap kebijakan lebih tinggi karena kita bersama memformulasikannya", imbuh Sesmenko.
 
Demikian juga halnya dengan peningkatan peran Pemda, dimana masukan dan saran dari daerah biasanya sifatnya lebih riil dan menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan. "Kalau sudah bertemu pimpinan daerah, itu bisa terungkap banyak ceritanya. Mulai dari ketimpangan antar daerah hingga keluhan tingginya harga tiket", terangnya. Ini semua perlu diakomodir guna mendorong upaya peningkatan investasi dan ekspor yang menjadi fokus pemerintah.
 
Sementara itu Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro Suharnomo menyampaikan tentang fenomena Death of Expertise yang digagas Tom Nichols. Menurutnya, saat ini sudah banyak muncul rejection of established knowledge. Hal ini terlihat dari menjamurnya para ahli dadakan. "Para Doktor youtube dan Doktor wikipedia ini merasa bisa menjadi pakar atas segala hal", ujar Suharnomo.
 
Lebih jauh lagi, berbagai berita dari para unguided scholar itu sangat mudah menyebar. "Kalau lihat grup (di pesan instan), banyak misinformasi yang beredar. Untuk itu kita harus menahan diri. Saring dulu, apakah itu memang benar dan bermanfaat bagi orang lain", demikian pesannya.
 
Ia pun berpesan pada pemerintah agar tidak membiarkan masyarakat mendapat informasi yang tidak benar. Menurutnya, kampus dan instansi pemerintah jangan 'malas' memberi informasi yang mudah diserap masyarakat. Saat ini pun sudah banyak prestasi yang mesti disyukuri, meskipun juga masih ada yang harus terus dibenahi.
 
Contohnya, bagaimana pembangunan infrastruktur dapat memberi multiplier effect dan bermanfaat luas bagi masyarakat. Bukan hanya dari aspek ekonomi, namun juga hingga sosial budaya kehidupan masyarakatnya. "Ini yang patut disampaikan dengan bahasa yang sederhana, bagaimana misalnya government expenditure dibelanjakan agar bermanfaat sebesar-besarnya terhadap masyarakat", tutup Suharnomo.
 
Diseminasi ini merupakan rangkaian acara yang dihelat Kemenko Perekonomian guna meningkatkan kerja sama dan sinergi antara pemerintah dengan akademisi, universitas, dan peneliti. Sebelumnya acara serupa telah diadakan di sejumlah kota besar di Indonesia, bekerja sama dengan kampus-kampus setempat.
 
Narasumber yang hadir dalam sesi diskusi panel antara lain Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Daerah dan Sektor Riil Kemenko Perekonomian Ferry Irawan, Kepala Pusat Kebijakan Anggaran dan Belanja Negara Kemenkeu Hidayat Amir, Dosen Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada Akhmad Akbar Susanto, dan Ketua Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Diponegoro Akhmad Syakir Kurnia. Sesi panel ini dimoderatori oleh Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Semarang, Fufarida. (iqb/iqb)
***
 
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Hermin Esti Setyowati
 
Website: www.ekon.go.id                                                                                              
Twitter & Instagram: @perekonomianRI       
Email: humas@ekon.go.id     
Siaran Pers Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Siaran Pers TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan