[Siaran Pers] - HKAN 2018: Harmonisasi Alam dan Budaya
Kamis, 30 Agustus 2018 - 13:24
[Siaran Pers] - HKAN 2018: Harmonisasi Alam dan Budaya
Sumber gambar : ekon.go.id
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA
 
SIARAN PERS
HKAN 2018: Harmonisasi Alam dan Budaya
 
Bitung, 30 Agustus 2018
 
Konservasi alam bukan hanya untuk melestarikan lingkungan hidup, namun juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Di tahun 2018 ini, Indonesia memperingati 10 tahun Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang jatuh setiap tanggal 10 Agustus.
 
“Tiga pilar konservasi yaitu perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman hayati beserta ekosistemnya, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati beserta ekosistemnya,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam Peringatan HKAN 2018, Kamis (30/8), di Bitung, Sulawesi Utara.
 
Senada dengan Menko Darmin, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyatakan, melestarikan alam sama artinya dengan menyelamatkan hidup kita sekarang dan kehidupan generasi yang akan datang.
 
“Kehidupan kita kan tergantung pada alam, pada sumber daya yang dihasilkan oleh ekosistem alam. Karena itu, konservasi alam harus terus menerus digaungkan agar semakin banyak yang peduli dan melakukannya”, papar Siti.
 
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus mendorong pembangunan berkelanjutan sepertidi Kawasan Jantung Kalimantan (Heart of Borneo: HoB). Pengelolaan Kawasan Jantung Kalimantan ini merupakan inisiatif 3 negara yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia.
 
Saat ini juga tengah disusun Rencana Tata Ruang Kawasan Jantung Kalimantan sebagai dasar arah penataan ruang untuk Kawasan HoB. Kawasan ini merupakan salah satu kawasan konservasi keanekaragaman hayati penting dunia.
 
Selain itu, untuk mewujudkan Ekonomi Hijau (Green Economy), pemerintah juga mendorong Pengelolaan Koridor Ekosistem RIMBA (Riau, Jambi dan Sumatera Barat). Tujuannya untuk mengelola koridor satwa yang saat ini terancam keberadaanya oleh aktivitas pembangunan. Kegiatan utama yang dilakukan antara lain melindungi ekosistem, meningkatkan dan memperbaiki ekosistem yang rusak, dan menggunakan Jasa Lingkungan dan Payment for Ecosystem Services (PES).
 
Di akhir sambutannya, Menko Perekonomian menyampaikan bahwa kawasan konservasi secara alami sudah memberikan peran besar dalam menunjang pembangunan masyarakat dan wilayah sekitar melalui fungsi-fungsi ekosistem yang berjalan di dalamnya. 
 
“Namun, sejalan dengan semangat pembangunan produktif saat ini, mari kita menambahkan nilai yang lebih tinggi lagi kepada kawasan konservasi melalui pengembangan pemanfaatannya yang bersifat lestari dan berkelanjutan,” terang Darmin.
 
Menteri LHK juga mengajak kita untuk mengimplementasikan semangat konservasi alam di setiap segi kehidupan. “Mari kita menjaga kesinambungan kegiatan konservasi alam dan memasyarakatkan konservasi alam secara nasional agar menjadi bagian dari sikap hidup dan budaya bangsa,” pungkas Siti Nurbaya. 
 
Bersama Menteri LHK, Menko Perekonomian turut mengikuti beberapa rangkaian acara yang bertempat di Taman Wisata Alam (TWA) Batu Putih Bitung ini, antara lain: Deklarasi less plastic; Penyerahan sertifikat penunjukan ASEAN Heritage Park kepada Taman Nasional Kepulauan Seribu dan Taman Nasional Wakatobi; Pemberian Apresiasi HKAN 2018; Pemberian Apresiasi Desa Binaan Konservasi Alam dan Kalpataru 2018; Pemberian nama Anoa “Deandra”; Penyerahan Miniatur Hiu Paus; Penyerahan foto Orangutan Tapanuliensis; Pelepasliaran satwa burung; serta Peninjauan pameran konservasi alam dan produk unggulan. (ekon)
 
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Hermin Esti Setyowati
email: humas@ekon.go.id
twitter: @perekonomianRI 
website: www.ekon.go.id
 
 
 
 
Siaran Pers Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Siaran Pers TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan